Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Lebak, Pandeglang dan Kota Serang
Sumber Gambar :SERANG - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sosial bergerak cepat melakukan penanggulangan banjir yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di Banten.
Diketahui banjir dan longsor terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Serang, akibat tingginya intensitas hujan sejak 13 September 2021.
Dinsos Banten bersama para relawan Tagana dikerahkan ke lokasi-lokasi banjir untuk mengaktifkan sistem yang sudah dipersiapkan untuk penanggulangan bencana.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Dra. Nurhana, M.Si melalui Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Irma Mulyasari mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan logistik dan mendirikan dapur umum di lokasi banjir Lebak.
"Logistik langsung kita distribusikan pada 14 September 2021, berupa beras 1.000 Kg, makanan siap saji, dan makanan anak," kata Irma.
Sementara dapur umum didirikan di tiga titik banjir Lebak, yakni Mako Tagana Lebak, Kelurahan Muara Ciujung Timur Rangkasbitung (mandiri), dan Mandalayudha/Kostrad (mandiri).
Berdasarkan data, banjir di Kabupaten Lebak merendam ribuan rumah yang tersebar di empat kecamatan.
Rinciannya, Kecamatan Rangkasbitung dengan 832 rumah, Kecamatan Kalanganyar 162 rumah, Kecamatan Cibadak 264 rumah, dan Kecamatan Cikulur 15 rumah.
Sementara bencana longsor menyebabkan dua rumah terdampak di Kecamatan Leuwi Damar.
Kemudian banjir di Pandeglang terjadi di Desa Rocek Kecamatan Cimanuk di mana 14 rumah terendam.
Kemudian bencana banjir di Kota Serang terjadi di Kecamatan Cipocok dengan 20 rumah terdampak, serta longsor di Kecamatan Serang yang menyebabkan dua rumah rusak.
Dalam musibah ini, seorang warga Cijoro Pasir, Rangkasbitung bernama Asmawi (65) meninggal dunia. Santunan diberikan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta.
Bencana banjir juga menyebabkan ratusan orang mengungsi.
Lokasi pengungsian sementara berada di Masjid Attaubah Kelurahan Muara Ciujung Timur, Masjid Jami Baitul Mumin, dan Masjid Nurudzulam di Ds. Jatimulya, Rangkasbitung.
Personel yang terlibat dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor antara lain Tagana Lebak sebanyak 50 orang, KSB Cimarga 5 orang, Tagana Pandeglang 10 orang dan Tagana Kota Serang 20 orang.
Irma menambahkan, pihaknya juga menjalankan program perlindungan sosial apsca bencana, yakni melakukan kegiatan pemulihan dan penguatan korban bencana alam.