Dinas Sosial Provinsi Banten Turut Hadiri Upacara Hari Bakti Taruna ke-80 di Kota Tangerang
Sumber Gambar : Dinsos BantenTANGERANG – Dinas Sosial Provinsi Banten turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Bakti Taruna ke-80 yang digelar pada 25 Januari di Taman Makam Taruna (TMT) Kota Tangerang. Peringatan tersebut dilaksanakan untuk mengenang Peristiwa Pertempuran Lengkong tahun 1946, salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Upacara dipimpin oleh Komandan Korem Wijayakrama Tangerang Brigjen TNI Faisal Rizal selaku Inspektur Upacara. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Banten, Wakil Wali Kota Tangerang Intan Nurul Hikmah, jajaran TNI, para taruna Akademi Militer, serta unsur masyarakat.
Hari Bakti Taruna diperingati setiap 25 Januari sebagai bentuk penghormatan terhadap para taruna Akademi Militer yang gugur dalam Peristiwa Lengkong. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Lengkong, BSD, Tangerang, saat para taruna yang pada masa itu masih berkedudukan di Tangerang melaksanakan tugas melucuti senjata tentara Jepang.
Rombongan taruna yang dipimpin oleh Mayor dan Mayor Infanteri Daan Mogot berangkat dari kawasan Jalan Darmogot menuju Lengkong. Dalam situasi yang masih diwarnai ketegangan akibat agresi militer Belanda, misi tersebut berujung pada bentrokan bersenjata yang menyebabkan gugurnya Mayor Daan Mogot beserta sejumlah taruna lainnya. Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai simbol pengorbanan dan pengabdian para taruna dalam mempertahankan kemerdekaan.
Selain pelaksanaan upacara, peringatan Hari Bakti Taruna ke-80 juga dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial bagi warga sekitar yang kurang mampu serta kegiatan donor darah. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan nilai kemanusiaan dan semangat pengorbanan yang diwariskan para taruna dalam Peristiwa Lengkong 1946.
Peringatan Hari Bakti Taruna juga menjadi momentum untuk memperkuat ingatan kolektif atas peristiwa sejarah yang terjadi di Tangerang. Melalui upacara penghormatan dan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, nilai-nilai perjuangan para taruna diharapkan tidak hanya dikenang sebagai catatan sejarah, tetapi juga dipahami maknanya oleh generasi masa kini sebagai bagian dari jati diri bangsa.
Keikutsertaan berbagai unsur pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam peringatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghormati jasa para pahlawan. Momentum Hari Bakti Taruna ke-80 diharapkan dapat terus menjadi ruang edukasi sejarah sekaligus penguatan karakter kebangsaan, khususnya dalam menanamkan semangat persatuan, pengabdian, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Faisal Rizal menyampaikan bahwa peringatan Hari Bakti Taruna bertujuan menjaga kesinambungan nilai patriotisme.
“Peringatan Hari Bakti Taruna bertujuan agar patriotisme taruna-taruna AKMIL Tangerang ini bisa berkelanjutan dan dijadikan contoh bagi generasi muda penerus bangsa tanpa melihat perbedaan silsilah, suku, dan agama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dr. Lukman, yang turut hadir dalam upacara tersebut menyampaikan pandangannya terkait makna peringatan Hari Bakti Taruna.
“Kami hadir untuk memberikan penghormatan kepada para taruna yang telah gugur dalam Peristiwa Lengkong. Nilai perjuangan dan pengorbanan mereka merupakan bagian dari sejarah bangsa yang patut dikenang dan dijadikan pembelajaran bagi generasi muda,” kata Dr. Lukman.
Melalui peringatan Hari Bakti Taruna ke-80 ini, nilai patriotisme, pengabdian, dan persatuan yang ditunjukkan para taruna dalam Peristiwa Lengkong 1946 diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan di berbagai bidang.