Pemprov Banten Akselerasi Vaksinasi Penyandang Disabilitas, Dapat Dukungan dari Stafsus Presiden RI
Sumber Gambar :SERANG - Pemerintah Provinsi Banten mempercepat pelaksanan vaksinasi bagi penyandang disabilitas.
Total sebanyak 17.725 penyandang disabilitas di wilayah Banten akan mendapatkan vaksin jenis Sinopharm.
Pada Rabu 18 Agustus 2021, Pemprov Banten melalui dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB), menggelar rapat bersama tim Staf Khusus Presiden.
Rapat koordinasi teknis yang digelar secara virtual dan langsung di Aula Gedung Dinsos Banten tersebut dalam rangka mematangkan persiapan akselerasi vaksinasi penyandang disabilitas di Banten.
Hadir dalam acara tersebut Tim Stafsus Presiden yakni Fany Efrita Rotua. R, SE., CRHP, Kepala Dinsos Banten Dra. Nurhana, M.Si, Kepala DP3AKKB Sitti Ma'ani Nina, perwakilan Dinkes, serta perwakilan OPD terkait di kabupaten/kota.
Turut hadir pula komunitas penyandang disabilitas, Organisasi dan Lembaga Filantropi/PSKS (Pendamping Disabilitas, TKSK, Karang Taruna, Tagana, PSM). Dalam pemaparannya, Kepala Dinsos Banten Nurhana mengatakan, sebanyak 17.725 penyandang disabilitas se-Provinsi Banten akan mendapatkan vaksinasi.
Jumlah penyandang disablitas yang akan mendapatkan vaksinasi tersebar di delapan kabupaten/kota se-Banten.
Rinciannya, di Kabupaten Serang sebanyak 5.887 jiwa, Kabupaten Pandeglang sebanyak 395 jiwa, Kabupaten Lebak sebanyak 4.385 jiwa, Kabupaten Tangerang sebanyak 3.419 jiwa.
Kemudian Kota Tangerang sebanyak 1.053 jiwa, Kota Cilegon sebanyak 1.624 jiwa, Kota Tangerang Selatan sebanyak 592 jiwa dan Kota Serang sebanyak 370 jiwa.
Dalam hal ini Dinsos Banten telah menurunkan tim pendamping untuk mensukseskan program tersebut.
"Kita juga sudah melakukan tugas sesuai prosedur salah satunya menyiapkan data calon penerima vaksin," ungkap Nurhana.
Nurhana berharap akselerasi vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas dapat terlaksana.
"Mari kita sukseskan akselerasi vaksinasi penyandang disabilitas. Saya berharap Dinsos kabupaten/kota juga dapat melakukan percepatan. Para pendamping juga harus siap," ucapnya.
Pihaknya menargetkan vaksinasi penyandang disabilitas bisa rampung pada 3 September 2021.
Sementara Tim Stafsus Presiden Fany Efrita Rotua mengatakan, pihaknya mendukung akselerasi vaksinasi penyandang disabilitas di Provinsi Banten.
Rakor tersebut juga, kata dia, untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang terjadi di lapangan untuk selanjutnya dicarikan solusi terbaik.
"Kemudian melihat bagaimana strategi percepatan vaksinasi penyandang disabilitas," tukasnya.
"Kalau melihat data yang disampaikan, Banten sudah ada kenaikan, sudah update untuk capaiannya. Awalnya hanya 500 sekarang sudah di angka 1.062," tambah Fany.
Salah satu kendala di lapangan yaitu penyandang disabilitas tidak memiliki NIK. Dia menjelaskan, sesuai dengan edaran dari Kemendagri bahwa vaksinasi terbuka untuk penyandang disabilitas yang tidak memiliki NIK.
"Sesuai dengan meeting dengan Bapak Wagub dan Kemendagri juga sudah ada edaran, vaksinasi ini terbuka bagi difabel yang belum ada NIK," kata Fany.
"Memang nanti kendala di lapangan kerjanya jadi double, karena mencatat manual. Tapi jangan sampai kita melewatkan begitu saja. Kita harus memastikan Nakes juga paham betul, tetap dilibatkan bahwa walaupun difabel tidak punya NiK tetap bisa divaksin," ungkapnya.
Fany menjelaskan, penyandang disabilitas menjadi salah satu kelompok rentan terdampak Covid-19. Oleh karena itu vaksinasi merupakan salah satu bentuk pemenuhan akomodasi kepada kaum difabel.
Berdasarkan data per tanggal 17 Agustus 2021, realisasi vaksinasi penyandang disabilitas di Banten mencapai 6 persen dari sasaran 17.725.
Beberapa kendala yang ditemui di lapangan antara lain masih kurangnya edukasi mengenai pemahaman dan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka merasa takut akanvaksinasi serta tidak mau datang ke tempat vaksinasi.
Kemudian banyaknya HOAX yang beredar di masyarakat, ragu dan takut akan adanya resiko atau efeksamping dari vaksinasi.
Penyandang disabilitas juga ada yang menolak untuk divaksin bahkan beberapa ada yang melawan petugas.
Keterbatasan Nakes di lapangan karena saat ini juga sedang melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat umum.
Diketahui, Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan vaksin jenis Sinopharm yang merupakan vaksin hibah dari Raja Uni Emirate Arab (UAE), pada bulan Agustus kepada Pemerintah Provinsi Banten sebanyak 18.166.
Selanjutnya vaksin tersebut akan di peruntukan bagi penyandang disabilitas di Provinsi Banten, mengingat masa expired vaksin tersebut pada bulan Oktober 2021, maka dari itu diperlukan percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi penyandang disabilitas di Provinsi Banten.