Pemerintah Provinsi Banten Hadir Langsung Tangani Dampak Banjir di Sejumlah Wilayah

Sumber Gambar : Dinsos Banten

Pandeglang–Serang, Desember 2025 — Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi pada 16–17 Desember 2025 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sosial Provinsi Banten bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna memastikan perlindungan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, Gubernur Banten Andra Sony turun langsung ke lokasi terdampak banjir bersama Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dr. Lukman, untuk meninjau kondisi warga sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara langsung, cepat, dan tepat sasaran.

Gubernur Banten, Andra Sony, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam melindungi masyarakat di tengah situasi darurat.

“Pemerintah Provinsi Banten hadir langsung di lokasi bencana untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan. Kehadiran kami bukan sekadar simbolis, tetapi untuk memastikan bantuan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Gubernur Andra Sony.

Ia menambahkan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Penanganan Terpadu dan Penyaluran Bantuan

Dalam penanganan bencana ini, Dinas Sosial Provinsi Banten mengerahkan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) serta Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk melakukan asesmen dampak kejadian, mendukung penyaluran bantuan logistik kebencanaan, serta mengoperasikan dapur umum lapangan.

Penyaluran bantuan logistik dilaksanakan di wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang, dengan jenis bantuan berupa logistik kebencanaan serta dukungan dapur umum lapangan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Komitmen Perlindungan Sosial

Kepala Bidang Perlindungan Sosial, H. Zaenal Abidin, menyampaikan bahwa pengerahan personel dan relawan dilakukan secara terkoordinasi sejak awal kejadian.

“Kami langsung mengerahkan TAGANA dan Kampung Siaga Bencana untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak. Relawan disiagakan guna mendukung penyaluran bantuan logistik serta operasional dapur umum sebagai bagian dari perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dr. Lukman, menegaskan peran strategis Dinas Sosial dalam struktur penanganan bencana.

“Dinas Sosial berperan sebagai klaster pengungsian dan perlindungan. Kami memastikan distribusi bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para penyintas dan masyarakat terdampak bencana berjalan dengan baik dan terkoordinasi,” jelasnya.

Koordinasi Lintas OPD Pemerintah Provinsi Banten

Dalam rangka memastikan penanganan bencana berjalan optimal, Gubernur Banten telah mengoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait untuk bertindak serius dan responsif terhadap dampak banjir di wilayah Provinsi Banten. Dinas Sosial Provinsi Banten diarahkan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk logistik, layanan dapur umum, dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Sementara itu, BPBD Provinsi Banten bersama jajaran OPD terkait lainnya diminta untuk memperkuat penanganan darurat, pendataan dampak, serta langkah-langkah mitigasi lanjutan guna meminimalkan risiko dan dampak bencana susulan.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten, relawan TAGANA, KSB, serta unsur terkait lainnya menjadi kunci dalam penanganan banjir di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang, guna memastikan layanan perlindungan sosial tetap berjalan optimal dan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang menyeluruh.


Share this Post