Mensos : Penyaluran Bansos Covid-19 di Banten Hampir 100 Persen
Sumber Gambar :SERANG - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Provinsi Banten pada tahap satu sudah hampir 100 persen. Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah menginstruksikan PT Pos Indonesia untuk menyiapkan penyaluran bansos tahap dua.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari P Batubara, saat memantau langsung penyaluran BST senilai Rp 600 ribu kepada warga Kabupaten Serang, di SMP PGRI Bojonegoro, Kabupaten Serang, Sabtu (30/5/2020).
Mensos didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana, dan jajaran Dinsos Kabupaten Serang.
Mensos mengatakan, total penerima BST se-Indonesia berjumlah 9 juta KK. Di Banten sendiri penerima BST sebanyak 400 ribu lebih KK.
"Ada 400 ribu lebih se-Provinsi Banten. Sudah hampir 100 persen penyalurannya," kata Mensos, kepada awak media.
Mensos mengungkapkan, secara keseluruhan progres penyaluran BST di Banten cukup baik. Sehingga diharapkan penyaluran tahap kedua bisa segera dilakukan.
"Sejauh ini bagus. Banten hampir selesai, sudah 92 persen. Saya minta PT Pos juga segera siapkan tahap kedua di kabupaten kota yang sudah hampir selesai sehingga penyaluran cepat," tukasnya.
Mensos juga menanggapi informasi yang menyebut ada penyaluran BST yang tidak tepat sasaran. Dirinya tak menampik hal tersebut, namun menurutnya jumlahnya sangat kecil dan segera langsung diperbaiki.
"Saya hampir setiap hari memantau penyaluran BST lancar semua. Walaupun ada yang tidak tepat sasaran, tapi saya kita tidak seheboh dengan yang diberitakan. Kita menyalurkan contoh untuk 1.000 orang kemudian ada yang kurang puas dua atau tiga orang. Itu kan kecil sekali. Kalaupun ada, ya segera diperbaiki oleh teman-teman di daerah," ujarnya.
Ia menjelaskan, BST tersebut akan diperpanjang hingga Desember 2020. Namun, ada perbedaan dari nilai BST dari sebelumnya Rp 600 ribu per bulan menjadi Rp 300 ribu per bulan.
Hal tersebut karena mulai Juli mendatang, program pemerintah terkait dengan penanganan Covid-19 akan lebih difokuskan pada pemulihan ekonomi. Sebelumnya, penanganan Covid-19 lebih pada pemulihan kesehatan dan bansos.
"Juli sampai Desember diteruskan lagi. Tapi, ada perbedaan nilai menjadi Rp 300 ribu. Jumlah penerimanya sama total se Indonesia 9 juta KK. Silahkan daerah apakah penerimanya tetap seperti yang pada tahap sebelumnya atau diganti. Itu nanti tergantung hasil verifikasi dan validasi bagaimana. Daerah (Pemda) yang paling paham situasi daerahnya," kata Mensos.
Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banten Nurhana mengatakan, untuk bansos dari Provinsi Banten saat ini masih terus berproses. Pemprov Banten, kata dia, berkomitmen mempercepat penyaluran bansos kepada masyarakat terdampak Covid-19.
"Bantuan dari provinsi masih terus berjalan, sudah ada jadwalnya," kata Nurhana.
Diketahui, total penerima BST di Kabupaten Serang berjumlah 110.015 KK. Sebagian besar BST tersebut sudah tersalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Pada kegiatan di SMP PGRI Bojonegoro BST telah disalurkan kepada 743 KK. Selain itu penyaluran BST juga dilakukan di dua tempat berbeda, yaitu di Kantor Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak sebanyak 585 KK dan Kantor Kecamatan Puloampel sebanyak 345 KK.