Jokowi: Penyebab Banjir Lebak Karena Tambang Emas Ilegal!
Sumber Gambar :LEBAK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Desa Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (7/1/2020).
Peninjauan ini dilakukan usai kepala negara secara tiba-tiba meninjau lokasi terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Bangunan-bangunan hancur masih terlihat di Pondok Pesantren La Tansa saat Jokowi tiba sekitar pukul 12:00 WIB. Jokowi melihat beberapa fasilitas yang rusak dengan didampingi oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Dari La Tansa, Jokowi kemudian meninjau para pengungsi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lebak Gedong. Eks Gubernur DKI Jakarta itu hendak memastikan kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi.
Jokowi mengatakan beberapa penyebab bencana banjir bandang di Lebak adalah akibat perambahan hutan dan penambangan emas secara ilegal. Untuk itu, Jokowi meminta Gubernur Banten dan Bupati Lebak untuk menghentikan kedua aktivitas tersebut.
"Enggak bisa lagi karena keuntungan satu, dua, tiga orang, kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini," tegas Jokowi
Berdasarkan laporan yang diterima Jokowi, ada setidaknya 30 jembatan penting yang menghubungkan antardesa yang perlu segera diselesaikan. Ia pun telah memerintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatasi hal itu. Selain itu, tercatat ada 19 sekolah mengalami kerusakan. Terkait hal tersebut, Jokowi memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian PUPR untuk menyelesaikannya.
"Rumah yang rusak dilaporkan oleh Bu Bupati tadi ada 1.410. Nanti akan kita data di lapangan secara lengkap, apakah memungkinkan untuk direlokasi, karena memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini harus direlokasi," jelasnya.*
(sumber CNBC Indonesia)