Dinsos Banten Wujudkan Reunifikasi Bagi Warga Terlantar Provinsi Banten
Sumber Gambar : Dinsos BantenSerang, 17 September 2025 – Dinas Sosial Provinsi Banten memfasilitasi proses reunifikasi sosial terhadap seorang warga Kabupaten Lebak yang ditemukan dalam kondisi terlantar di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Warga bernama Rusmini tersebut diketahui berasal dari Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, dan telah berhasil dipulangkan ke kampung halaman setelah menjalani proses identifikasi dan pembinaan selama satu bulan oleh Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinsos Provinsi Banten, H. Zainal Abidin, Ibu Rusmini diduga merantau ke Jakarta karena alasan ekonomi maupun persoalan keluarga.
“Beliau berangkat menggunakan transportasi kereta api. Namun setibanya di Jakarta, mengalami kecopetan hingga kehilangan seluruh dokumen identitas. Beliau kemudian terlantar dan terakhir ditemukan di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok,” ujarnya.
Setelah ditemukan, Rusmini dirawat di Panti Sosial Bina Bangun Daya 2 milik Dinsos Provinsi DKI Jakarta. Karena mengalami gejala linglung dan tidak memiliki identitas diri, proses penanganan tidak bisa dilakukan secara langsung. Petugas melakukan serangkaian pemeriksaan dan pembinaan selama satu bulan sebelum akhirnya dilakukan pemindaian biometrik. Hasil dari verifikasi tersebut menunjukkan bahwa Rusmini adalah warga Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
“Sistem kami dimulai dari verifikasi identitas melalui biometrik. Jika hasilnya cocok, kami langsung koordinasikan dengan dinas sosial asal serta petugas lapangan di wilayah tersebut,” ujar Lukman, perwakilan Dinsos DKI Jakarta yang juga mewakili Panti Sosial. Dinsos Provinsi Banten menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dilakukan Dinsos DKI Jakarta dan instansi terkait dalam memastikan proses identifikasi dan perlindungan sosial berjalan dengan baik. Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau pemerintah desa agar turut aktif melakukan pencegahan terhadap potensi keterlantaran dengan melibatkan warga rentan dalam kegiatan ekonomi produktif.
“Kami sudah berpesan kepada perangkat desa di Banjarsari agar Bu Rusmini bisa dilibatkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kata kuncinya adalah aktivitas warga yang punya kegiatan, apalagi yang sifatnya ekonomi seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), akan lebih semangat dan tidak terpinggirkan,” tegas H. Zainal.