Dinsos Banten Lakukan Monitoring Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan

Sumber Gambar : Dinsos Prov. Banten

Tangerang Selatan, 3 Agustus 2025 — Dinas Sosial Provinsi Banten melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan dalam rangka meninjau kesiapan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten bersama sejumlah unsur terkait sebagai bentuk komitmen Pemprov Banten dalam mendukung pendidikan inklusif dan perlindungan sosial anak.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Sekolah SRMA 33, Ibu Gina Insana Dewi, Kepala UPTD BLK Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten, Muhamad Bahyuni, serta pengawas proyek, Agdera Pasa Lingga. Kehadiran para pihak tersebut menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang solid dalam memastikan jalannya program pendidikan alternatif ini berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan hanya untuk melihat kesiapan fasilitas fisik sekolah, namun juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis hak anak yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan psikososial anak-anak yang tergabung dalam Sekolah Rakyat Menengah Atas.

“Sekolah Rakyat harus menjadi tempat yang inklusif, di mana anak-anak merasa dihargai, dilindungi, dan didorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Kami ingin memastikan seluruh komponen pendukung di sekolah siap menyambut proses belajar dengan prinsip-prinsip inklusi,” ungkapnya.

Dalam tinjauan tersebut, berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar-mengajar diperiksa, mulai dari ruang kelas, sanitasi, hingga ruang konseling. Selain itu, dialog antara pihak Dinas Sosial, tenaga pengajar, dan pengawas juga digelar guna menyamakan persepsi dan memberikan masukan konstruktif terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat Menengah Atas.

Kepala Sekolah SRMA 33 Tangerang Selatan, Ibu Gina Insana Dewi, menyambut baik kehadiran Dinas Sosial Provinsi Banten. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak sekolah berkomitmen penuh untuk mendukung transformasi sekolah menjadi lingkungan yang lebih inklusif serta adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dari berbagai latar belakang sosial.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Disnaker Provinsi Banten, Muhamad Bahyuni, menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat Menengah Atas merupakan bagian dari strategi perlindungan sosial melalui pendekatan berbasis komunitas. “Kami mendorong agar pendidikan alternatif seperti SRMA ini menjadi ruang aman bagi anak-anak rentan di Banten,” ujarnya.

Dinas Sosial Provinsi Banten akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas di berbagai wilayah. Harapannya, SRMA 33 Tangerang Selatan dapat menjadi model percontohan dalam implementasi pendidikan berbasis inklusi sosial di Provinsi Banten.


Share this Post