Dinsos Banten Fasilitasi Pelatihan Keterampilan Bagi Eks Warga Binaan sebagai Upaya Reintegrasi Sosial
Sumber Gambar : Dinsos BantenTangerang — Dinas Sosial Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Keterampilan bagi Eks Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (BWBLP) sebagai bentuk intervensi sosial untuk memulihkan harga diri dan membangun kembali kepercayaan diri para eks warga binaan agar mampu kembali berperan aktif di masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Mei lalu ini berlangsung di UPTD Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, dan diikuti oleh 12 orang klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir, Kabupaten Tangerang. Jenis keterampilan yang diajarkan adalah mekanik sepeda motor, dengan metode pembelajaran teori dan praktik langsung, mulai dari perawatan mesin, identifikasi kerusakan, penggunaan alat kerja, hingga simulasi perbaikan kendaraan.
Plh. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Banten, H. Zainal Abidin, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk klien Bapas. Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sosial, didukung oleh anggaran APBD tahun 2025, bekerja sama dengan UPTD Latihan Kerja dan Bapas Kelas II Ciangir, berkomitmen mengatasi persoalan reintegrasi sosial mantan warga binaan melalui pelatihan berbasis keterampilan kerja.
“Pembangunan kesejahteraan sosial diprioritaskan bagi masyarakat yang mengalami kerentanan, termasuk klien Balai Pemasyarakatan, agar mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan taraf hidup secara mandiri,” ujar Zainal Abidin.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemandirian pascapelatihan, peserta juga dibekali peralatan montir motor yang dapat digunakan sebagai modal awal membuka usaha bengkel mandiri. Hal ini diharapkan mendorong semangat kewirausahaan dan memperkecil kemungkinan residivisme.
Pada kesempatan terpisah, Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dicky Hardiana, menyampaikan bahwa pemberdayaan eks warga binaan merupakan bagian penting dari misi perlindungan sosial yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar hasil dari pelatihan keterampilan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga berujung pada kemandirian ekonomi. “Kami dorong agar para peserta benar-benar memanfaatkan ilmu dan peralatan kerja yang sudah diberikan. Ini adalah bagian dari proses membangun kembali kepercayaan mereka di tengah masyarakat,” ujarnya.
Plh. Kepala Bapas Kelas II Ciangir, yang diwakili oleh Arief Ritaudin, turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Provinsi Banten atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan pelatihan ini sebagai pijakan awal untuk kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat.
“Negara hadir untuk memberi ruang pemulihan dan harapan. Kami harap keterampilan dan alat kerja yang diberikan menjadi titik balik produktivitas mereka,” kata H. Zainal Abidin saat menutup kegiatan tersebut.