Dinsos Banten Dukung Penuh Pembukaan MPLS SRMA 34 Lebak: Sinergi Pusat dan Daerah Siapkan Generasi Tangguh

Sumber Gambar : Dinas Sosial Provinsi Banten

Lebak, 1 Agustus 2025 - Dinas Sosial Provinsi Banten menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai bentuk keberpihakan negara dalam menjangkau kelompok masyarakat yang belum terjangkau oleh sistem pendidikan formal. Dukungan ini ditegaskan dalam kegiatan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 Kabupaten Lebak, Banten yang dibuka langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Jumat (1/8).

Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial RI merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan menjangkau anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah karena kendala sosial dan ekonomi.

Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dicky Hardiana, menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menanggulangi kemiskinan struktural melalui pendekatan pendidikan alternatif.

“Kami di Dinas Sosial Provinsi Banten memandang Sekolah Rakyat ini sebagai intervensi yang sangat strategis. Program ini membuka ruang keadilan sosial bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di wilayah kami, khususnya di daerah pesisir dan pelosok yang selama ini kurang terjangkau layanan pendidikan,” ujar Dicky Hardiana.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota serta pendamping sosial, untuk memastikan bahwa sasaran penerima manfaat benar-benar tepat dan program berjalan optimal.

“Kami terus berupaya menguatkan kolaborasi lintas sektor agar program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tapi benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan. Ini bukan sekadar sekolah, ini adalah harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya tidak punya pilihan,” tambah Dicky.

Pembukaan Sekolah Rakyat tahap kedua ini mencakup 37 titik baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, melanjutkan pelaksanaan tahap pertama yang telah dimulai sejak 14 Juli lalu di 63 titik. Dengan pendekatan yang menekankan inklusivitas sosial, program ini tidak menggunakan tes akademik sebagai seleksi masuk, melainkan fokus pada pendataan sosial ekonomi berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS) dan desil 1-2.

Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata dari gagasan Presiden Prabowo dalam menjangkau masyarakat yang belum terlayani oleh sistem pendidikan formal.

“Jadi ini adalah gagasan dan program prioritas dari Presiden Prabowo. Kami para menteri hanya bertugas membantu mewujudkan gagasan tersebut,” ungkap Gus Ipul.

Ia juga menekankan bahwa kunci dari program ini adalah “menjangkau yang belum terjangkau” dan “memungkinkan yang sebelumnya tidak mungkin”, dengan tujuan utama menciptakan akses pendidikan yang setara dan inklusif.

Dinas Sosial Provinsi Banten berharap bahwa kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dari keluarga prasejahtera menuju masa depan yang lebih baik, serta memperkuat komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam akses terhadap hak dasar pendidikan.


Share this Post