Dinsos Banten Dukung Penguatan Kearifan Lokal

Sumber Gambar :

Serang, Dinas Sosial Provinsi Banten bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggelar sosialisasi pedoman bantuan penguatan kearifan lokal.

Hal ini dilakukan dalam upaya mencegah konflik sosial dan paham radikalisme.

Yulita Sulistiani, Analis Kebijakan Fungsional Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos mengatakan, program penguatan kearifan lokal merupakan upaya mencegah konflik sosial dan paham radikalisme di kalangan masyarakat. 

"Kegiatan ini melibatkan BEM, Sanggar, Paguyuban, serta kelompok masyarakat lainnya yang bertujuan melestarikan budaya serta menghindari konflik dan sebagainya," katanya. 

Ia menyebutkan, upaya pelestarian ini tidak hanya berfokus pada aspek budaya, namun juga bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. 

"Dalam program ini setiap kelompok yang akan kami bantu, tidak hanya mengajukan proposal penguatan seni budaya namun juga harus ada unsur penguatan ekonomi," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinsos Banten Nurhana melalui Kasi Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Irma Mulyasari mengatakan, saat ini ada 8 kelompok di 3 kabupaten/kota yang terlibat dalam program ini. 

"Ada beberapa kelompok yang ikut serta dari Kota Serang, Lebak, dan Pandeglang. Rata-rata pengajuan bantuannya untuk kesenian, kita sedang dorong untuk juga penguatan ekonomi," paparnya.

Ia berharap, seluruh kelompok yang mengajukan bantuan ini dapat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. 'Saya harap persyaratannya dipenuhi, dan programnya dilaksanakan sebagaimana mestinya," tutupnya.


Share this Post