Banten Rawan Bencana, Dinsos Bentuk Petugas Layanan Dukungan Psikososial

Sumber Gambar :

SERANG - Dinsos Provinsi Banten menggelar pelatihan petugas khusus Layanan Dukungan Psikososial (LDP) penyintas bencana yang  berlangsung 28-31 Oktober 2019, di Anyer, Kabupaten Serang. Kegiatan ini bertujuan  meningkatkan kemampuan intervensi psikososial penyintas bencana sekaligus untuk membentuk tim khusus petugas LDP Provinsi Banten dari berbagai pilar-pilar sosial.

 

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos Provinsi Banten Irma Mulyasari mengatakan, Banten yang masuk sebagai wilayah rawan bencana perlu memiliki tim  yang bisa melakukan penanganan  kepada para penyintas bencana dari aspek psikologis dan aspek sosialnya. 

 

"Mereka yang menjadi tim LDP berasal dari unsur Tagana, Pekerja Sosial Supervisor, Sakti Peksos, Pendamping anak, Pendamping Lansia, Pelopor Perdamaian, Pendamping Disabilitas dan lainya, kami ingin menyatukan unsur-unsur ini menjadi tim yang utuh petugas LDP," katanya.

 

Pelatihan ini bekerja sama dengan Pusat Kajian Bencana Poltek Kesos Bandung. Materi-materi dalam pelatihan disampaikan oleh pakar yang berpengalaman dalam manajeman kebencanaan baik bencana alam atau bencana sosial.

 

"Proses pelatihan tidak hanya di lakukan di kelas dengan berbagai teori namun di hari terakhir peserta akan mempraktekkan langsung kepada para penyintas yang ada di Huntara Labuan Kab. Pandeglang. Jadi peserta akan lebih memahami konsep LDP" katanya.

 

Lebih lanjut Irma berharap setelah penyelenggaraan pelatihan ini terbentuk tim khusus LDP yang sudah siap untuk terjun ke lapangan tidak hanya di wilayah Banten namun jika dibutuhkan akan diturunkan di luar provinsi Banten dan tim harus siap ditugaskan.

 

Sementara itu Plt Sekretaris Dinsos Provinsi Banten Budi Darma Sumapraja sangat mendukung pelatihan dan penguatan LDP ini.

 

Menurutnya, peran yang sering petugas abaikan dalam penanganan pasca bencana adalah LDP. Padahal, esensi penanganan kebencanaan adalah bagaimana para survivor atau penyintas dapat menjalankan fungsi sosialnya pasca bencana yang mereka alami.

 

“Jadi penguatan LDP akan terus kami lanjutkan, Insha Allah untuk Anggaran 2020 sesuai arahan Ibu Kepala Dinas kami pun akan menganggarkan kegiatan-kegiatan serupa agar lebih meningkatkan lagi pelayanan bagi para penyintas bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial,” katanya.

 

Salah satu peserta dari pekerja sosial profesional M Fariz Wajdi  mengatakan, dengan kegiatan ini memberikan ruang pilar-pilar sosial untuk menyamakan persepsi mengenai penanganan penyintas ketika ada bencana dan hal tersebut akan memudahkan koordinasi.

 

"Kegiatan sangat ini penting, semoga kegiatan ini berkelanjutan dan unsur peserta yang di libatkan dalam kegiatan ini bertambah" kata Wakil Ketua Ikatan Pekerja Sosial Profesional (IPSPI) ini.***


Share this Post