Dinas Sosial Provinsi Banten Gelar Peningkatan Kapasitas SDM PSKS di Empat Kabupaten/Kota, Cari Pilar Sosial Berprestasi
Sumber Gambar : Dinsos BantenSerang – Dinas Sosial Provinsi Banten menyelenggarakan rangkaian kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) tahun 2026 dalam bentuk penjaringan PSKS berprestasi tingkat kabupaten/kota. Kegiatan ini melibatkan unsur Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai satu kesatuan gugus tugas sosial di daerah.
Dinas Sosial melaksanakan kegiatan pilar sosial ini di empat kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kota Serang. Rangkaian dibuka di Kabupaten Pandeglang pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Aula Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang. Kegiatan berlanjut ke Kabupaten Serang pada Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Aula Dinas Sosial Kabupaten Serang, kemudian ke Kabupaten Lebak pada Jumat, 3 Juli 2026, bertempat di Aula Dinas Sosial Kabupaten Lebak. Rangkaian ditutup di Kota Serang pada Senin, 6 Juli 2026, bertempat di Aula Dinas Sosial Kota Serang.
Pada pembukaan hari pertama di Kabupaten Pandeglang, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten diwakili oleh Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Banten, M. Nuh Suradilaga.
Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM PSKS ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan dukungan penuh kepada pilar-pilar sosial di daerah. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadikan momentum ini sebagai ajang untuk terus meningkatkan kapasitas dan kontribusinya bagi masyarakat," ujar M. Nuh Suradilaga mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Banten, Linda Rohyati Fatimah, menyampaikan pandangannya terkait tujuan penjaringan PSKS berprestasi ini.
Penjaringan PSKS berprestasi ini penting untuk memberikan apresiasi yang layak kepada para pendamping sosial yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat. Kami ingin PSKS yang terpilih nantinya benar-benar bisa menjadi teladan dan menginspirasi pilar sosial lainnya di seluruh Provinsi Banten," kata Linda Rohyati Fatimah.
Di setiap lokasi, narasumber dan tim penilai berasal dari Dinas Sosial Provinsi Banten bersama Dinas Sosial kabupaten/kota setempat. Penilaian dilakukan melalui dua komponen, yakni expose peserta seleksi, di mana masing-masing peserta memaparkan materi dan profil kegiatannya, serta sesi interview atau wawancara mendalam oleh tim penilai.
Kegiatan ini digagas atas dasar semakin kompleksnya permasalahan sosial di tengah masyarakat, sehingga dibutuhkan motivator, stabilisator, dan pendamping sosial yang tumbuh dan berkembang langsung dari lingkungan masyarakat itu sendiri. Para pilar sosial seperti Karang Taruna, PSM, LKS, dan TKSK dinilai memerlukan wadah pembinaan yang terarah agar penanganan masalah kesejahteraan sosial dapat berjalan lebih terencana dan berkelanjutan.
Melalui penjaringan ini, Dinas Sosial Provinsi Banten bermaksud memberikan penghargaan dan apresiasi kepada PSKS di daerah yang telah menunjukkan prestasi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mempererat kerja sama dan kemitraan antar pelaku penyelenggara kesejahteraan sosial, sekaligus menjaring PSKS berprestasi yang nantinya akan mewakili tingkat Provinsi Banten.
Dinas Sosial Provinsi Banten berharap, melalui pembinaan PSKS yang terarah, terpadu, dan berkesinambungan ini, peran serta pilar-pilar sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Provinsi Banten dapat terus meningkat. PSKS yang terpilih sebagai berprestasi diharapkan mampu menjadi teladan dan contoh bagi pilar sosial lainnya di seluruh wilayah Banten.