Wujudkan Kembali Nilai-Nilai Kepahlawanan, Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial

Wujudkan Kembali Nilai-Nilai Kepahlawanan, Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial
Wujudkan Kembali Nilai-Nilai Kepahlawanan, Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial
Wujudkan Kembali Nilai-Nilai Kepahlawanan, Kejuangan dan Kesetiakawanan Sosial

Serang, Dinas Sosial Provinsi Banten menggelar kegiatan Bimbingan Peningkatan Dan Pengembangan Kepahlawanan Keperintisan, dan Kesetiakawanan Sosial (K2KS).

Kegiatan K2KRS Bidang Pemberdayaan Sosial tersebut sebagai upaya mewujudkan kembali nilai-nilai kepahlawana, kejuangan dan kesetiakawanan sosial khususna kepada para generasi penerus.

Kegiatan yang digelar di Aula Gedung B Dinas Sosial Provinsi Banten ini diikuti oleh 60 orang Guru Sejarah utusan dari kab/kota se-Provinsi Banten. Hadir Sekretaris Dinsos Provinsi Banten Budi Dharma Sumapradja, Kabid Pemberdayaan Sosial Sirojuddin, Kepala Seksi K3KRS pada Dinsos Banten Fajar Hasanudin.

Kepala Dinsos Provinsi Banten Nurhana mengatakan, nilai-nilai kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial sangat dibutuhkan pada masa sekarang ini.

“Para pendahulu kita mewariskan sikap keteladanan, tanpa pamrih dan rela berkorban. Hendaknya tetap digali, dikembangkan dan tentunya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nurhana dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Dinsos Provinsi Banten Budi Dharma Sumapradja, Senin (7/6/2022).

Namun, lanjutna, sikap tersebut sekarang sudah sangat langka akibat perubahan zaman.

“Sikap kesetiakawanan sosial saat ini sudah mulai berubah menjadi sikap dan kesadaran individualistik,” ujarna.

Disebutkan bahwa faktor-faktor memudarnya rasa kesetiakawanan di tengah masyarakat di antaranya disebabkan oleh berbagai hal seperti globalisasi dan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran.

Dijelaskan, dalam menghadapi dampak globalisasi yang semakin deras yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi semangat kepahlawanan serta mengurangi kadar kesetiakawanan sosial yang seharusnya dapat diberdayakan untuk hal-hal yang bermanfaat dalam mengisi pembangunan.

“Oleh karena itu diperlukan upaya nyata dalam rangka mewujudkan kembali nilai-nilai tersebut dalam tataran masyarakat khususnya generasi muda,” tuturnya.

Dengan memahami nilai-nilai tersebut yang ada di dalam masyarakat, maka dapat dijadikan sebagai modal dalam menghadapi dan mengatasi segala permasalahan kesejahteraan sosial.

Menurut Nurhana sebenarnya banyak sekali dari mereka yang bisa dianggap sebagai seorang pahlawan. sejatinya seorang pahlawan itu bukan hanya mereka yang memperjuangkan hak-hak bangsa selama masa penjajahan. 

“Masih banyak sosok pahlawan lainnya yang terkadang kita lupakan dengan begitu saja,” ujarna.

salsah satunya guru. kata dia, guru adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa. berkat bimbingan para guru lah kita dapat tumbuh besar dengan bekal ilmu dan kepribadian yang lebih baik.

“Tanpa bimbingan para guru, hampir tidak mungkin kita bisa tumbuh dewasa dengan mentalitas yang siap untuk menatap kehidupan,” ucapnya.

Sekretaris Dinsos Banten Budi Dharma Sumapradja mengatakan, Pemprov Banten bersama-sama dengan pemerintah kabupaten/kota telah berupaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut. 

“Salah satunya dengan melaksanakan bimbingan peningkatan dan pengembangan kepahlawanan keperintisan, dan kesetiakawanan sosial (K2KS) ini,” ujarna.

“Ini merupakan salah satu cara menghidupkan semangat nilai kepahlawanan, kejuangan dan kesetiakawanan sosial yang telah ditunjukan oleh para pendahulu,” tambahnya.