Wagub Banten Pantau Langsung Penyaluran JPS di Tangsel

Wagub Banten Pantau Langsung Penyaluran JPS di Tangsel
Wagub Banten Pantau Langsung Penyaluran JPS di Tangsel
Wagub Banten Pantau Langsung Penyaluran JPS di Tangsel

SERPONG - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meninjau pembagian bantuan  sosial jaring pengaman sosial  (JPS) bagi masyarakat berisiko 

sosial sebagai akibat Covid-19 Pemprov Banten di Bank BJB Syariah Serpong, Tangsel,  Kamis (23/4).  Bansos tersebut mengcover 421.177 kepala keluarga (KK).

"Jumlah 421.177 KK penerima JPS tersebut berasal dari data Non DTKS (Diluar Data Terpadu kesejahteraan sosial). Namun termasuk dalam kelompok masyarakat rentan terhadap resiko sosial sebagai akibat wabah Covid 19," kata Wagub kepada pers usai menyaksikan pencairan bansos tersebut kepada warga Tangsel itu.

Wagub didampingi Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Sementara, dari Dinsos Banten dihadiri Plt Sekretaris Dinsos Budi Darma Sumapraja.

Tiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebesar Rp 600.000 per kepala keluarga. 

Bantuan tersebut rencananya akan diberikan untuk tiga bulan yaitu April, Mei dan juni.

Penyaluran JPS, sambungnya, saat ini baru untuk wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

"Selain bantuan jaring pengamanan sosial yang diberikan kepada kepala keluarga yang rentan berisiko sosial akibat wabah covid-19, Pemerintah Provinsi Banten juga bersinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten/kota menjangkau penerima manfaat," ujarnya.

Wagub mengatakan, JPS merupakan upaya menjangkau masyarakat dari kelompok rentan resiko sosial agar tidak jatuh terpuruk ke dalam resiko sosial yang dihadapinya dalam masa pandemi Covid-19. 

Dalam hal ini resiko sosial yang terjadi adalah dampak sosial dan dampak ekonomi karena pembatasan yang harus dilakukan sesuai dengan protokol penanganan penyebaran Covid-19.

"Kategori kelompok masyarakat rentan terhadap risiko sosial sebagai akibat wabah Covid-19 misalnya seorang karyawan diliburkan oleh perusahaan atau cuti di luar tanggungan perusahaan, sehingga ia beserta keluarganya terancam tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari," paparnya.

Sementara itu Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang mendampingi Wagub mengatakan, Kota 

Tangerang Selatan mendapatkan alokasi jaringan pengamanan sosial sebanyak 22.258 KK.

"Kami berpesan dengan telah diberikannya bansos ini, warga sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak mengindahkan ketentuan pemerintah tengang PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang berlaku di Tangsel," katanya.