Sembilan ASN Dinsos Banten Ikuti Uji Kompetensi Jabfung Peksos dan Pensos

Sembilan ASN Dinsos Banten Ikuti Uji Kompetensi Jabfung Peksos dan Pensos
Sembilan ASN Dinsos Banten Ikuti Uji Kompetensi Jabfung Peksos dan Pensos
Sembilan ASN Dinsos Banten Ikuti Uji Kompetensi Jabfung Peksos dan Pensos

Serang – Sebanyak Sembilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten saat ini tengah menjalani uji kompetensi untuk jabatan fungsional (Jabfung) Pekerja Sosial (Peksos) dan Penyuluh Sosial (Pensos).

Uji kompetensi dilaksanakan di Gedung Dinsos Banten, KP3B, Kota Serang, pada 16-20 Februari 2021. Selaku penguji yaitu dari Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial Kementerian Sosial.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat Dinas Sosial Banten, Agus Triyanto mengatakan, sembilan ASN tersebut di antaranya 4 peserta calon Peksos dan 5 peserta calon Pensos.

“Ada dua jabatan fungsional khusus di Dinsos, yaitu Peksos dan Pensos. Saat ini di BKD sudah ada formasi untuk lima Peksos, kami berharap ada formasi untuk Pensos,” ujar Agus, Kamis 18 Februari 2021.

Agus menjelaskan, Uji Kompetensi Inpassing untuk pengangkatan Peksos dan Pensos tersebut dilaksanakan Kementerian Sosial sebagai instansi penagungjawab Jabfung secara nasional.

“Oleh Kemenpan RB diberikan kesempatan sampai maret 2021 melaksanakan uji kompetensi, ini seluruh Indonesia. Untuk Banten kita bisa menyertakan 9 orang yang ikut Ukom,” ujarnya.

Agus menjelaskan, dalam uji kompetensi tersebut para peserta menjalani ujian kognitif dan wawancara. “Ujian kofgnitif itu berkiatan dengan kompetensi, teori, pengetahuan. Wawancara itu tentang aplikasi ilmu dan ujian makalah,” tukasnya.

Sebelumnya, kata Agus, para peserta lebih dahulu melengkapi persyaratan administrasi.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pengangkatan jabatan fungsional tersebut merupakan bagian dari program yang menunjang kebijakan Presiden Joko Widodo terkait penyederhanaan eselonisasi.

“Jadi kalau untuk dinas teknis itu harus profesional. Fungsional itu harus didasari yang sifatnya profesi. Seperti Dinsos ada Peksos dan Pensos. Kalau di bidang kesehatan itu misalnya perawat, dokter. Sehingga pelayanan masyarakat itu sesuai dengan profesi,” kata Agus yang juga sebagai peserta Ukom ini.

Dia berharap, seluruh ASN yang mengikuti uji kompetensi tersebut bisa lulus. “Mudah-mudahan hasil kompetensi lulus semua, kita ajukan ke BKD dan diatensi oleh Bapak Gubernur,” ujarnya.