Wagub Banten Minta Kabupaten/Kota Dukung Program Jamsosratu


SERANG - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar turut mendukung program Jaminan Sosial Rakyat Bersatu (Jamsosratu) yang digulirkan Pemprov Banten sejak 2013.

"Kepada OPD kabupaten/kota, saya menitipkan program ini agar mendapatkan dukungan kebijakan maupun cost sharing anggaran. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Cilegon karena telah memiliki komitmen yang baik dalam sinergitas penanggulangan kemiskinan melalui program JSCM (Jaminan Sosial Cilegon Mandiri) yang merupakan replikasi Jamsosratu namun dibiayai penuh oleh APBD cilegon," kata Wagub Andika, saat menghadiri finalisasi proyek perubahan dan uji coba aplikasi e-JSiKa, di Aula Gedung B Dinsos Banten, Selasa (5/11/2019).

Pada kesempatan itu, Wagub Banten Andika Hazrumy menyambut baik pelaksanaan proyek perubahan yang hampir selesai dengan hasil yang tidak mengecewakan.

Berbagai progres yang telah dilakukan yaitu terbentuknya draft Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Jamsosratu. Artinya aspek legal jamsosratu telah semakin memiliki kepastian hukum.

Selain itu, terbangunnya prototype aplikasi sitem informasi berbasis IT (information & technology) yang diberi nama e-JSiKa atau jaminan sosial keluarga. Aplikasi ini akan mempermudah fungsi kontrol terhadap pelaksanaan Jamsosratu di lapangan.

Selanjutnya, telah dibuat kesepakatan OPD lintas sektor dan stakeholder terkait untuk menyertakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Jamsosratu sebagai penerima manfaat dalam setiap program/kegiataan yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan. 

"Dengan demikian, proses penanggulangan kemiskinan akan terakselerasi dengan baik dan terintegrasi," ucapnya.

Kepada OPD tingkat provinsi Wagub Andika meminta untuk menghilangkan ego sektoral dan bersama-sama dengan itikad baik menyatukan potensi yang ada pada masing-masing OPD untuk mengintervensi para KPM Jamsosratu dengan program/kegiatannya masing-masing.

Dengan begitu OPD tidak perlu lagi sulit mencari calon penerima manfaat. KPM Jamsosratu juga akan semakin cepat meningkatkan keberdayaan dan keberfungsian sosialnya

"Khusus OPD pendidikan, saya minta agar menyediakan kuota untuk putra-putri KPM Jamsosratu yang akan melanjutkan ke jenjang SMA/SMK/sederajat agar dapat langsung diterima tanpa syarat apapun," kata dia.

Kemudian, OPD kesehatan juga Andika meminta menjadikan KPM Jamsosratu sebagai penerima manfaat program promosi kesehatan, hingga upaya-upaya preventif dalam sektor kesehatan mencapai sasaran yang tepat yaitu penerima jamsosratu yang notabene adalah warga kurang mampu.

"Kepada para pendamping sebagai ujung tombak program harus memiliki sense of belonging dan sense of crisis dalam melaksanakan program ini ke depan. Terlebih berbagai pembenahan yang saat ini sedang dilaksanakan melalui proyek perubahan ibu kepala dinas sosial sangat memerlukan kesungguhan teman-teman pendamping semua. 

Menurutnya, secara evolutif pendamping yang tidak bersungguh-sungguh akan tereliminir oleh adanya aplikasi ini. 

"Untuk itu marilah kita bersama membulatkan tekad untuk menekan angka kemiskinan secara komprehensif, sinergis dan berkelanjutan," ucapnya.

Wagub juga mengapresiasi Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Drs Hj. Nurhana M.Si, yang telah mendedikasikan pikiran tenaga dan anggaran yang tidak sedikit untuk melaksanakan proyek perubahan dengan mengusung Jamsosratu sebagai isu strategis yang harus dikembangkan dan harus dipertahankan keberlanjutannya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten mengatakan, secara jangka pendek diciptakannya aplikasi e-JSiKa bertujuan terbangunnya serta tersosialisasi aplikasi pendukung pendampingan yang sekaligus menggambarkan kondisi KPM Jamsosratu dan tersusunnya draft kebijakan pendukung berupa Pergub Jamsosratu.

"Serta upaya pengembangannya termasuk pemanfaatan aplikasi untuk meningkatkan efektifitas program bansos Jamsosratu," ucapnya.

Secara jangka pendek, bertujuan meningkatkan kualitas pendampingan sosial oleh para pendamping serta meningkatnya kesadaran kolektif KPM dalam meningkatkan keberdayaan dan keberfungsian sosialnya secara mandiri.

Secara umum, kata Nurhana, hadirnya aplikasi e-JSiKa tersebut terpetakan kondisi geografis para KPM melalui data yang diinput pendamping Jamsosratu.

"Dengan aplikasi berbasis web pendamping mempunyai kewajiban untuk menginput aktivitas pendampingannya sehingga peran pendamping dapat dioptimalkan. Jadi nanti akan terlihat penerima yang sudah graduasi," ujarnya.*


Tentang Kami


Statistik Kunjungan