Pemerintah Akan Terus Perhatikan Lansia


 

Sebagai leading sektor perlindungan dan pemberdayaan lanjut usia, Dinas Sosial Provinsi Banten senantiasa mendorong terwujudnya kesadaran para lanjut usia, keluarga dan masyarakat akan arti pentingnya suasana lanjut usia bahagia dan terpenuhinya hak-hak para lanjut usia serta meningkatkan kesejahteraan dan memanfaatkan kapasitasnya sesuai potensinya. 

“Masih banyak masyarakat melihat lanjut usia sebagai momok yang membebani keluarga atau masyarakat. Padahal sepatutnya, sebagai bangsa yang menghargai nilai-nilai sosial masyarakat tentu harus selalu meneladani dan menghargai keberadaan lanjut usia,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nandy Mulya pada kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia (Halun) 2015 Tingkat Provinsi Banten, Senin (15/6) di Dinas Sosial Provinsi Banten, Jl. Syech Nawawi Al Bantani, Palima, Serang.  Acara tersebut diikuti sebnyak 700 lansia se-Provinsi Banten.

“Semua pihak harus berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraannya dan memanfaatkan kapasitas lansia sesuai potensinya. Sesuai dengan tema, mari bersama membangun kepedulian terhadap lansia,” katanya.

Nandy memaparkan, berdasarkan pemutakhiran data dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota, di Provinsi Banten jumlah penduduk di atas usia 60 tahun atau lanjut usia sebanyak 26.873 jiwa. Dari jumlah tersebut dicover oleh berbagai macam bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah Provinsi Banten. Pada tahun 2014, jumlah penerima bantuan pemakanan sebanyak 1.200 orang, masing-masing sebesar Rp. 3 juta perorang/tahun disertai rekrutmen dan pemberian insentif kepada para pendamping lanjut usia sebanyak 120 orang.  Pada tahun 2015 jumlah penerima bantuan meningkat menjadi 1.440 dengan bantuan Rp. 1,5 juta perorang/ tahun.

Sementara itu, Plt Gubernur Provinsi Banten Rano Karno dalam sambutannya mengatakan,  peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah sekaligus sebagai tantangan bagi kita semua dalam melaksanakan pembangunan. Pemerintah mempunyai komitmen terhadap pelayanan sosial lanjut usia. Hal ini tercermin dengan telah diterbitkannya berbagai perangkat peraturan perundang-undangan penanganan lanjut usia yang cukup memadai.

“Program pemerintah memang dirasakan masih belum mengcover seluruh permasalahan lanjut usia khsususnya di Provinsi Banten, tetapi secara bertahap pemerintah Provinsi Banten akan terus meningkatkan pelayanan kepada para lansia,” katanya.

Acara Puncak Perayaan Hari Lanjut Usia 2015 yang diselenggarakan Dinas Sosial Provinsi Banten bersama Lembaga Koordinasi Kesejahteraa Sosial (LKKS) Provinsi Banten dan Komisis Daerah Lanjut Usia Provinsi Banten itu diramaikan dengan berbagai acara, diantaranya penyerahan simbol bingkisan bagi peserta lomba senam bugar lansia, gelar produk usaha ekonomi produktif, penanaman pohon, penyerahan kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas, penyerahan PBI JKN dalam panti, pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis, dan dialog interaktif.

Perhatian pemerintah pusat terhadap lansia juga begitu besar. Sejak tahun 2012, sebanyak 1.250 lansia di Provinsi Banten mendapat bantuan Program Asistensi Sosial Lanjut Usia (Aslut) Jaminan Sosial Lanjut Usia sebesar Rp. 200 ribu/ bulan.  Sementara itu, sejak 2013 lalu, bagi lanjut usia yang masih produktif diberikan bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) masing-masing sebesar Rp 1.5 juta perorang untuk 100 lansia di Banten.  Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan Asistensi Sosial Melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (As-Lks Lu) kepada 11 panti lanjut usia di Banten. [] 


Tentang Kami


Statistik Kunjungan