Siswa Siaga Bencana di Mulai Dari Pandeglang


Sebanyak 105 anak Sekolah Dasar Panimbang Jaya I Kabupaten Pandeglang Banten, melakukan simulasi gempa dihadapan Presiden Joko Widodo. Anak anak langsung melindungi kepala, lalu masuk ke kolong bangku, menghindari kaca dan berlari ke lapangan jika goyangan gempa sudah hilang.

 

 
"Saya senang anak-anak sudah siap, tapi ini harus rutin supaya tidak lupa. Tugas kita semua agar kita betul-betul siap menghadapi setiap bencana yang ada, jangan sampai kita tidak siap dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan sehingga banyak jatuh korban," ujar Presiden di Pandeglang, Senin.
 
Presiden Jokowi juga menguji pengetahuan siswa setelah mendapatkan edukasi dari Tagana dihadapan ribuan orang yang memadati Lapangan Panimbang, Pandeglang, Banten.
 
Saat seorang siswa bernama Muhammad Alan mempraktikan cara menyelamatkan diri ketika bencana, Presiden mengapresiasi Tagana yang sudah betul dalam memberikan edukasi pada anak. 
 
"Ini telah dimulai, yang paling penting segera dimulai. Dan ini telah dimulai. Tadi kita tes, anak-anak saya kira nangkepnya cepet dan bisa mempraktekan. Yang disini juga (sekolah) disana juga (lapangan). Saya kira pendidikan kebencanaan yang seperti ini yang kita harapkan terutama di daerah daerah yang rawan bencana. Ini akan kita laksanakan di semua provinsi, diprioritaskan di daerah yang rawan bencana," katanya.
 
Melihat cara dan lancarnya siswa mempraktikan cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana, Jokowi merasa sangat puas dan senang dengan hasil yang dicapai Tagana dalam program Tagana Masuk Sekolah yang digulirkan oleh Kementerian Sosial.
 
"Ini artinya pendidikan yang dilakukan Tagana sudah masuk ke benak anak-anak. Bagus sekali, terima kasih Tagana," katanya. 
 
Dihadapan ribuan masyarakat dan pelajar yang hadir di Lapangan Panimbang, Pandeglang, dirinya menegaskan ingin melihat kesiapan para pelajar maupun warga dalam menghadapi bencana karena negara Indonesia dilewati jalur cincin api, rawan banjir, rawan gempa, tsunami dan bencana lainnya. 
 
"Saya hanya ingin memastikan bahwa mengedukasi mendidik anak-anak itu berjalan benar. Karena kita tidak tahu kapan bencana datang," katanya.
 
Sementara itu, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita yang mendampingi Presiden Joko Widodo mengatakan, Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan bencana kepada para pelajar merupakan salah satu program Kemensos untuk mitigasi bencana.
 
Program ini, katanya, bertujuan mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana. 
 
"Masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana mengingat masyarakat merupakan pihak pertama yang berhadapan langsung dengan bencana. Keberhasilan mitigasi bencana sangat bergantung pada pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat," ujarnya. 
 
Salah seorang pelajar Bernama Karwati dari SMA Islam Pageran mengungkapkan, pelatihan yang diberikan Tagana untuk menghidari bencana sangat mudah di pahami. "Terima Kasih Tagana, ini perlu diteruskan," katanya. 
 
Tagana Masuk Sekolah (TMS) Kementerian Sosial memberikan edukasi pada 55 sekolah mulai SD, SMP, dan SMA/SMK melibatkan 5.500 siswa.
 
"Ada edukasi kebencanaan ke sekolah, sangat bagus dan perlu didukung semua pihak. Siswa jadi sangat siaga hadapi bencana," ujar Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Pandeglang Wahyudin. [*]

Tentang Kami


Statistik Kunjungan