Dinsos Banten Gelar Olympiade Kepahlawanan Tingkat Provinsi Banten


memberikan pengetahuan tentang pahlawan Banten, Dinas Sosial Provinsi Banten melalui Seksi Kepahlawan dan K3RS gelar olimpiade antar sekolah tingkat Provinsi Banten, olimpiade tersebut di laksanakan di Aula Gedung B Dinas Sosial.

Kepala Seksi Kepahlawan dan K3RS Fajar mengatakan, tujuan dan maksud  acara olympiade pahlawan dalam rangka pelestarian nilai-nilai kepahlawanan dan keperintisan.

“saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas dilaksanakannya kegiatan ini sebagai salah satu wahana, yang diharapkan akan terjalin silaturahim, komunikasi dan koordinasi yang baik antara pelaku sejarah, pemerintah dan generasi penerus. ini diharapkan dapat semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta dapat menyatukan langkah dalam upaya pelestarian dan pengamalan nilai kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan dan restorasi sosial (K2KRS) khususnya pada generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sejarah mencatat bahwa perjuangan untuk mendirikan negara kesatuan Republik Indonesia yang saat ini menjadi bangsa yang berdaulat adalah bukan hadiah atau pemberian dari pihak manapun, tetapi melalui proses yang sangat panjang.

“heroik dan disertai dengan pengorbanan yang luar biasa dari para pejuang dan para pahlawan pendahulu kita, tentu tidaklah mudah untuk menggapai kemerdekaan, semua bisa terwujud atas kerja keras para pahlawan indonesia menghadapi penjajahan, bahkan berani mempertaruhkan harta dan nyawa,” katanya.

Ungkapnya, bahwa pahlawan, perintis dan pejuang kemerdekaan yang berjasa bagi bangsa dan negara wajib mendapatkan penghormatan dan penghargaan yang layak, sekaligus dapat menjadi sosok panutan yang perlu diteladani.

“para pendahulu kita mewariskan sikap keteladanan, tanpa pamrih dan rela berkorban. hendaknya tetap digali, dikembangkan dan tentunya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. namun sikap tersebut sekarang sudah sangat langka akibat  perubahan zaman. faktor-faktor memudarnya rasa kepahlawanan dan kesetiakawanan ditengah masyarakat di antaranya disebabkan oleh berbagai hal seperti globalisasi. dalam menghadapi dampak globalisasi yang semakin deras yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi semangat kepahlawanan serta mengurangi kadar kesetiakawanan sosial yang seharusnya dapat diberdayakan untuk hal-hal yang bermanfaat dalam mengisi pembangunan, diperlukan upaya nyata dalam rangka mewujudkan kembali nilai-nilai tersebut dalam tataran masyarakat khususnya generasi muda,” pungkasnya. [*]

 


Tentang Kami


Statistik Kunjungan