Draft RUU Kesejahteraan Lanjut Usia Secara Simbolis Akan Diserahkan Pada Acara Puncak HLUN Tanggal 5 Juli Di Yogyakarta


Revisi/perubahan UU No 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan mengingat peningkatan kebutuhan lanjut usia, perkembangan jaman dan peningkatan populasi lanjut usia yang sangat pesat saat ini perlu segera diakomodir. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Andi Hanindito pada penutupan kegiatan Penyusunan RUU Perubahan UU No.13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia di Hotel Pajajaran Suite Bogor (30/6).

Selanjutnya Andi mengatakan bahwa perubahan yang telah dibahas antara lain berkenaan dengan batasan usia lanjut usia, definisi dari lanjut usia potensial dan non potensial, serta hak dan kewajiban lanjut usia.

Hasil dari perubahan Undang-undang No 13/98 ini akan didorong melalui hak inisiatif DPR sesuai mekanisme yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan, tambah Andi. Selanjutnya secara simbolis perwakilan masyarakat /pegiat lanjut usia akan menyerahkan Draft RUU Kesejahteraan Lanjut Usia pada acara puncak HLUN tanggal 5 Juli 2018 di Yogyakarta, jelas Andi.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Identifikasi dan Intervensi, Herwijati AM, menambahkan bahwa para peserta telah berperan aktif dalam memberikan masukan mengenai perubahan Undang-undang Kesejahteraan Lanjut Usia, sehingga kepentingan lanjut usia dapat di akomodir sepenuhnya dan negara dapat hadir dalam mewujudkan kesejahteraan sosial lanjut usia.

Peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 40 orang dari Biro Hukum, Biro Perencanaan, Biro Humas, Perwakilan dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Bagian Program dan Pelaporan & Bagian Organisasi, Hukum, dan Hubungan Masyarakat Setditjen Rehsos serta para pejabat struktural dan fungsional Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia. [*]


Tentang Kami


Statistik Kunjungan