Program Keserasian Sosial Menyatukan Keharmonisan Beragamaan


Program Keserasian Sosial merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Sosial guna merawat keharmonisan dalam keberagaman masyarakat Indonesia yang heterogen, hal ini diungkapkan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat saat menjadi narasumber talk show disalah satu stasiun TV di Jakarta Selasa, (22/5/2018).

Membangun hubungan yang harmonis penuh toleransi, berakhlak baik antar sesama manusia dalam lingkungan sosial merupakan kunci dari program ini, tambahnya lagi, Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Sosial membangun Kampung Keserasian Sosial di berbagai daerah yang di deteksi dini dapat menjadi area-area rawan konflik.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, pendekatan kebudayaan, diharapkan Kampung Keserasian Sosial dapat menumbuhkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan selama ini oleh leluhur bangsa, melalui pendampingan dari bebagai elemen masyarakat.

"Salah satunya adalah peran relawan kemanusiaan, Tenaga Pelopor Perdamaian," ujarnya.

Dengan kehadiran Tenaga Pelopor diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana yang aman dan damai sehingga masyarakat mampu menerima keberagaman yang ada, dengan tatanan kehidupan sosial yang serasi, dilandasi oleh nilai dasar keberagaman, toleransi, saling peduli, menghargai dan menghormati sehingga dapat membangun dan memelihara kehidupan yang berasaskan kebhinekaan.

Sekaligus mampu mewaspadai isu-isu radikalisme, terorisme, gerakan intoleran dan politik adu domba agar potensi konflik sosial yang bisa mengganggu dan mengancam disintegrasi bangsa dapat dicegah sejak awal.

Pendirian Kampung Keserasian Sosial yang dimandatkan pada Kementerian Sosial merupakan wujud Nawacita Presiden Joko Widodo ke-9 yaitu bangsa ini harus memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.

Sesuai dengan prespektif Ukhuwah Islamiah, membangun hubungan yang harmonis penuh toleransi dalam kebergaman antar sesama manusia dalam lingkungan sosial, menjadi perwujudan dari hablum minannas, terang Harry Hikmat.

"Mari kita bangun kesholehan sosial. Dengan menunjukkan sikap terbuka, cinta damai. Berbeda pendapat boleh, tapi kedamaian dan keharmonisan dalam lingkungan sosial menjadi hal yang mutlak untuk mencapai sebuah titik kemajuan yang lebih baik secara bersama-sama,” tegas Harry kembali.

Hadir pula pada kesempatan tersebut Tenaga Pelopor Perdamaian, Duta Pelopor Perdamaian (Ibu Kembar), dan warga penerima manfaat Forum Keserasian Sosial yaitu warga Desa Lontar, Kecamatan. Kemiri, Kabupaten. Tangerang, Provinsi Banten.

Ibu Kembar sebagai Duta Keserasian Sosial menyampaikan, pentingnya menjaga selalu nilai-nilai kebangsaan, mengaktualisasi kearifan lokal berupa toleransi, kesetiakawanan sosial, peduli akan perdamaian yang telah ditanamkan oleh nenek moyang kita sejak dulu.

"Tugas kita mengajak seluruh masyarakat membangun jiwa merah putih, hatinya merah putih, perilaku juga merah putih agar Merah Putih dan NKRI tetap terjaga,” tutup Ibu Kembar. []

 


Tentang Kami


Statistik Kunjungan