Masyarakat Harus Peduli ODMK dan ODGJ


 

Keberadaan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) kerap dipandang sebelah mata, bahkan keberadaan mereka kerap terabaikan di tengah-tengah masyarakat. Padahal, sebagai mahluk sosial, penyandang masalah mental dan gangguan jiwa berhak mendapatkan tempat yang laik di masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nandy Mulya mengatakan, di Banten masih banyak penyandang dengan gangguan mental dan jiwa yang diperlakukan tidak laik, bahkan mendapat penolakan di masyarakat. Padahal, keberadaan mereka tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata, tetpi juga masyarakat.

“Masyarakat harus sadar dan memahami keberadaan mereka sebagai bagian dari masyarakat. Sehingga penolakan itu seharusnya tidak ada, sebaliknya masyarakat mempunyai andil dalam proses penyembuhan ODMK dan ODGJ ini,” kata Nandy usai menghadiri semiloka bertajuk Gerakan Sosial untuk Indonesia Ramah OMDK dan ODGJ, Selasa (13/10) di Pendopo Gubernur Banten.

Nandy menambahkan, usaha untuk menangani penyandang dengan gangguan mental dan jiwa yang dilakukan Dinas Sosial Banten melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) perlu dukungan dan uluran tangan dari masyarakat.

Sementara itu, menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Asep Rahmatullah, saat ini masyarkat belum sepenuhnya siap dan paham dalam menangani ODGJ. Sebab, keberadaan ODMK dan ODGJ di masyarakat masih dipandang sebagai aib.  Padahal, penyandang ODMK dan ODGJ memiliki hak yang sama sebagai anggota masyarakat.

“Kita berharap muncul kesadaran kolektif  di kalangan mahasiswa dan masyarakat untuk menangani masalah ODGJ secara bersama-sama,” katanya. []

 


Tentang Kami


Statistik Kunjungan