Penyandang Disabilitas di Indonesia Sebanyak 6.008.661 Orang


Foto : Istimewa

Menurut hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 6.008.661 orang. Dari jumlah tersebut sekitar 1.780.200 orang adalah penyandang disabilitas netra, 472.855 orang penyandang disabilitas rungu wicara,402.817 orang penyandang disabilitas grahita/intelektual, 616.387 orang penyandang disabilitas tubuh, 170.120 orang penyandang disabilitas yang sulit mengurus diri sendiri, dan sekitar 2.401.592 orang mengalami disabilitas ganda.  

"Jumlah tersebut masih terdapat penyandang disabilitas yang belum terjangkau melalui sistem survey tersebut baik disebabkan oleh keterbatasan daya jangkau instrument survey maupun system nilai yang di anut oleh sebagian masayarakat yang membuat survei," ujar Nahar Direktur RS Orang dengan Kecacatan (ODK) pada pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Netra, Rungu, Wicara, dan Rungu Wicara bagi Petugas Rehabilitasi di Masyarakat (15/9) di Hotel Aston Bekasi.

Sesuai dengan strategi Rancangan Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 2015- 2019 (RAN HAM 2015-2019) bahwa aksesibilitas penyandang disabilitas merupakan prioritas utama dalam pelayanan terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Dijelaskan Nahar, aksesibilitas tidak hanya terbatas dalam hal fisik seperti gedung, jalan, sarana transportasi, tapi juga untuk menunjang kehidupan di masyarakat, seperti hak hidup, hak untuk berkeluarga dan mendapatkan keturunan, hak untuk mengembangkan diri, hak untuk mendapatkan pewndidikan, kesehatan, kesejahteraan, rasa aman dan lain sebagainya.

"Perlu adanya koordinasi dari berbagai pihak baik pemerintah, asosiasi profesi, akademisi, masyarakat, dan terutama bagi para petugas rehabilitasi sosial yang berhubungan langsung dengan penyandang disabilitas untuk mencapai tujuan RAN HAM 2015-2019 tersebut," jelas Nahar.

Sementara itu, Kasubdit RSODK Netra dan Rungu Wicara Neneng mengatakan, kegiatan ini  dilaksanakan selama 4 (empat) hari, mulai dari tanggal 15-18  September 2015 yang  diikuti oleh  100 peserta dari 34 orang petugas UPSK. 

Ia menambahkan, melalui bimbingan  teknis aksesibilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memilih dan memanfaatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas netra,rungu, wicara, dan rungu wicara dalam rangka pemenuhan hak-haknya serta meningkatnya kebutuhan kemampuan pengetahuan dan pemahaman bagi petugas rehabilitasi social di masyarakat tentang bimbingan teknis aksesibilitas terhadap penyandang disabilaitas netra, rungu, wicara dan rungu wicara.[]

 

Sumber: http://rehsos.kemsos.go.id


Tentang Kami


Statistik Kunjungan