Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Percepat Pencairan Bansos ke Masyarakat


JAKARTA - Kemensos mempercepat pencairan bantuan ke masyarakat dalam Program Keluarga Harga (PKH) dari yang seharusnya April 2020 menjadi Maret 2020. Percepatan pencairan ini dilakukan seiring dengan meluasnya penyebaran virus corona. 

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan PKH dicairkan lebih cepat agar menjaga daya beli masyarakat bagi Penerima Manfaat (KPM). Sebab KPM PKH merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus corona (COVID-19). 
"Sesuai arahan Presiden Bapak Joko Widodo, kita harus menjaga daya beli KPM PKH. Khusus tahap kedua ini, diajukan dari April menjadi Maret 2020," kata Juliari dalam keterangan tertulis, Senin (16/3). 
Sebelumnya, setiap tahun bantuan PKH diberikan empat tahap, kalau sesuai jadwal disalurkan bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Mensos berharap percepatan pencairan dana PKH dapat menjaga daya beli KPM PKH dan dimanfaatkan dengan baik oleh KPM untuk meningkatkan gizi anak sehingga mereka dapat terhindar dari penyebaran virus corona.

"Jika gizi KPM terjaga maka kecil kemungkinan mereka akan mudah terserang penyakit termasuk COVID-19. Dari laporan yang saya terima banyak KPM yang telah mencairkan dana mereka di sejumlah daerah," ujarnya Mensos.

Kemensos mencatat KPM yang telah mencairkan bansos PKH pada tahap II seperti Kalimantan Selatan, Lampung (kab Lampung Timur, Pesawaran), Bengkulu, NTT, Banten (Pandeglang, Serang dan Kab Lebak), Jawa Tengah, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Selatan. 
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin menjelaskan besaran bansos yang di salurkan pemerintah pada tahap II jumlahnya mencapai Rp 7,01 triliun per 10 Maret 2020 dari Kementerian Keuangan. Jumlah penerimanya sebanyak 9.214.185 KPM. 
Pepen juga menghimbau agar KPM PKH tidak panik dengan kondisi yang berkembang belakangan ini. "Kita harapkan tidak ada gejolak harga makanan yang terjadi, untuk itu KPM diminta tidak perlu panik dengan isu mengenai virus corona karena pemerintah telah berupaya untuk meminimalisirnya," jelas dia.

 

(Sumber : Kumparan.com)


Tentang Kami


Statistik Kunjungan