Puluhan TKSK Kabupaten Lebak Ikuti Penyuluhan Sosial Secara Virtual

Puluhan TKSK Kabupaten Lebak Ikuti Penyuluhan Sosial Secara Virtual
Penyuluhan Sosial Keliling yang dilakukan Dinsos Banten di Kabupaten Lebak secara virtual
Puluhan TKSK Kabupaten Lebak Ikuti Penyuluhan Sosial Secara Virtual

SERANG – Dinas Sosial Provinsi Banten kembali melaksanakan kegiatan Penyuluhan Sosial Keliling pada Senin tanggal 12 Juli 2021.

Kali ini Penyuluhan Sosial Keliling menyasar wilayah Kabupaten Lebak.

Kegiatan dilaksanakan secara virtual/online yang dihadiri oleh 30 orang peserta yang terdiri atas Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) di wilayah Kabupaten Lebak.

Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dra. Nurhana, M.Si.

Selaku moderator dalam acara tersebut Kepala Seksi Penyuluhan  Kesejahteraan Sosial dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial, Widianto.

Penyuluhan Sosial kali ini menghadirkan narasumber dari Komisi V DPRD Provinsi Banten, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Kepala Bappeda Provinsi Banten, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak dan Guru Besar Untirta Serang Prof. Dr. Hj. Palmawati Taher. 
Materi yang disampaikan terkait Kebijakan Pembangunan Sosial Dalam RKPD Provinsi Banten, Penyuluhan Sosial bagi Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), Psikologi Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19 dan Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dan Batasan Bepergian Keluar Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Beberapa poin yang disampaikan dalam penyuluhan sosial keliling tersebut antara lain, TKSK harus mempunyai wawasan yang luas terkait program dan pedomannya sehingga dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, melakukan pendampingan penyaluran bansos dengan memperhatikan 6 T.

Kemudian, bansos reguler sebagai kebijakan daerah sampai saat ini masih menunggu kebijakan selanjutnya sampai adanya perubahan pengganggarannya isesuaikan dengan kemampuan daerah.

Dalam menghadapi Covid-19 yang diutamakan adalah ketahanan Keluarga (fisik, sosial dan psikologis) sehingga tidak terlalu terpengaruh kondisi saat ini. 

Tidak ada santunan/bantuan bagi keluarga yang meninggal terdampak Covid-19.