Penyandang Disabilitas Dibekali Keterampilan Tata Boga dan Menjahit

Penyandang Disabilitas Dibekali Keterampilan Tata Boga dan Menjahit
Penyandang disabilitas terlantar dibekali keterampilan menjahit oleh Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial, Rangkasibitung.
Penyandang Disabilitas Dibekali Keterampilan Tata Boga dan Menjahit
Penyandang Disabilitas Dibekali Keterampilan Tata Boga dan Menjahit

SERANG - Dinas Sosial Provinsi Banten melalui UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial, melaksanakan Program Rehabilitasi Penyandang Disabilitas di dalam panti.

Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial Jl. Siliwangi Pasir Ona Rangkasbitung-Lebak dan diikuti 20 penyandang disabilitas dari kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan selama dua bulan tersebut yaitu bimbingan mental. Bimbingan mental diberikan untuk menumbuhkan kembali kepercayaan dan harga diri peserta agar

terbentuk mental yang kuat dan tidak merasa minder dengan kondisi yang dialami serta hidup mandiri. 

Bimbingan mental yang diberikan antara lain bimbingan agama dan bimbingan olahraga.

Kemudian, bimbingan sosial. Bimbingan sosial diberikan untuk menumbuhkan kembali fungsi sosial pada peserta agar dapat bergaul dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. 

Bimbingan sosial juga memberikan pelatihan keterampilan-keterampilan umum yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Bimbingan sosial yang diberikan antara lain bimbingan sosial kemasyarakatan dan bimbingan wirausaha.

Kepala Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial, Drs. Suherdi, M.Si mengatakan, program ini salah satu upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan sosial bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Tujuannya, untuk mewujudkan masyarakat penyandang disabilitas yang berkualitas dan memiliki kompetensi diri yang bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, sehingga masyarakat penyandang disabilitas bisa hidup mandiri serta sejahtera.

Tidak hanya itu, saat ini masyarakat penyandang disabilitas harus ditanamkan dalam diri mereka, bahwa mereka mempunyai hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

"Bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan mental sosial dan keterampilan yaitu keterampilan tata boga dan menjahit kepada penyandang disabilitas antara umur 17 hingga 35 tahun," kata Suherdi.

Setelah diberikan bimbingan, para penyandang disabilitas diharapkan mampu mewujudkan keterampilannya dalam kehidupan sehari-hari. 

"Kegiatan ini juga diharapkan mampu memulihkan dan mengembangkan serta memberdayakan penyandang disabilitas supaya dapat berfungsi sosial di lingkungan masyarakat," tukasnya.