Penyaluran Bansos Jaring Pengaman Sosial bagi Warga Banten Terus Berjalan

Penyaluran Bansos Jaring Pengaman Sosial bagi Warga Banten Terus Berjalan
Penyaluran Bansos Jaring Pengaman Sosial bagi Warga Banten Terus Berjalan

SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk jaring pengaman sosial (social safety net) bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Banten melalui bank-bank penyalur. 

 

Atas hal itu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengingatkan dengan tegas agar proses penyaluran yang dijalankan harus dapat menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 semakin meluas di Banten.

 

"Jangan sampai, semua upaya-upaya yang telah sama-sama kita lakukan bersama selama ini menjadi sia-sia. Laksanakan sesuai protokol kesehatan, terapkan physical distancing, gunakan masker, hand sanitizer atau tempat cuci tangan," kata Gubernur pada Jum'at (15/5/2020) di Kota Serang

 

Gubernur WH menyadari, penyaluran dalam situasi seperti ini memerlukan pertimbangan protokol Covid-19 yang lebih ketat. Ia memahami, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, animo masyarakat akan jauh lebih tinggi untuk dapat segera memperoleh bantuan. Akan tetapi, Gubernur WH juga tidak menginginkan ada warga atau masyarakat yang justru terpapar virus corona usai menerima bantuan.

 

"Jangan sampai masyarakat yang pulang dari penyaluran bansos malah terpapar virus akibat tidak memperhatikan pembatasan-pembatasan yang berlaku. Untuk itu saya harapkan petugas dan masyarakat dapat bekerjasama dengan baik dalam proses penyaluran itu," paparnya

 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana menyampaikan, hingga 15 Mei 2020 lalu, penyaluran bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19 telah dilaksanakan di empat kabupaten/kota yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang. Namun, dari keempat daerah tersebut juga belum tersalurkan secara menyeluruh atau masih dalam proses. 

 

"Yang membuat terkesan agak lama itu karena proses pembukaan ratusan ribu rekening perbankan yang ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan, ini pun sudah luar biasa cepat karena pihak perbankan memberikan layanan Buka Rekening Kolektif (Burekol)," jelas Nurhana.

 

Dijelaskan Nurhana, dari keempat daerah tersebut, untuk wilayah Tangerang Raya dengan nilai Rp. 600.000 yang telah tersalurkan melalui Bank Bjb yaitu  Kabupaten Tangerang sebanyak 12.673

KK. Untuk Kota Tangerang  sebanyak  8.958 KK. Sementara, lanjutnya, untuk Kota Tangerang Selatan melalui Bank BJB Syariah  sebanyak 5.243 KK. 

 

"Kabupaten Pandeglang melalui Bank BRI juga sudah kami salurkan dan hari ini berlanjut. Dengan nilai bantuan sebanyak Rp. 500.000 telah tersalur sebanyak 1.442 KK. Penjadwalan berikutnya di Kabupaten Pandeglang masih dilakukan oleh Dinsos Kabupaten Pandeglang dengan BRI," paparnya.

 

Dikatakan Nurhana, untuk 4 kabupaten/kota lainnya yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon hingga 15 Mei 2020 masih dalam proses pembukaan rekening melalui Bank BRI. Nilai bantuan yang akan disalurkan masing-masing  sebesar Rp. 500.000. Dengan rincian, Kabupaten Lebak sebanyak 11.655 KK,   Kota Serang sebanyak 30.200 KK,  Kabupaten Serang dengan alokasi bantuan sebanyak 56.100 KK  dan  Kota Cilegon dengan alokasi bantuan sebanyak 20.375 KK. 

 

"Kami terus upayakan agar prosesnya cepat selesai sehingga penyaluran dapat segera dilaksanakan, sehingga masyarakat bisa lekas menerima manfaat dari bantuan tersebut," ujarnya.

 

(Sumber : Diskominfo Banten)