Gubernur Banten Buka Forum Renja OPD Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2022

Gubernur Banten Buka Forum Renja OPD Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2022
Gubernur Banten Wahidin Halim membuka Forum Renja OPD Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2022 secara virtual, Rabu 10 Februari 2021.
Gubernur Banten Buka Forum Renja OPD Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2022

Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim membuka kegiatan Forum Rencana Kerja (Renja) OPD bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2022, Rabu (10/2/2021).

Kegiatan yang digelar secara virtual tersebut diikuti sejumlah OPD terkait bidang Kesejahteraan Sosial dengan Dinsos Banten selaku leading sector.

Hadir Kepala Dinsos Banten Nurhana, Plt Sekretaris Budi Dharma Sumapradja, Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar, serta perwakilan OPD bidang Kesos. Setelah dibuka, kegiatan Renja dilanjutkan dengan penyampaian materi.

Pemateri pertama disampaikan Plt Sekretaris Dinsos Banten Budi Dharma Sumapradja.

Budi mengatakan, salah satu isu strategis pada tahun 2022 yaitu berkaitan dengan pemantapan daya saing ekonomi dan SDM seiring dengan program pemerintah pusat.

"Hal ini juga menjadi consern Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, dengan kebijakan menggraduasi KPM yang sudah dibina sejak lama melalui Jamsosratu. Selanjutnya akan diberikan bantuan lanjutan berupa program Usaha Ekonomi Produktif (UEP)," ungkap Budi.

Pada kesempatan itu, Budi berharap ke depan ada batas minimal penganggaran di APBD bagi penyelenggaraan kesejahteraan sosial, seperti halnya dalam urusan pendidikan dan kesehatan.

"Dalam undang-undang kesejahteraan sosial tidak diatur batas minimal penganggaran seperti halnya undang-undang tentang pendidikan dan kesehatan, ada minimal anggaran yang dialokasikan. Kita sama-sama perjuangkan ini karena penyelenggaraan kesejahteraan sosial ini urusan wajib pemerintah," ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Komisi V DPRD Banten M. Nizar menyampaikan materi tentang pokok-pokok pikiran DPRD Banten. Nizar mengapresiasi program-program yang dilakukan Dinsos Banten yang memperhatikan lansia.

"Kami melihat program yang dilakukan Dinsos tekait dengan lansia itu cukup babnyak membantu, sehingga kita paling tidak mampu memberikan keringanan beban kepada sebagian masyarakat," ungkapnya.

Nizar mengatakan, pada tahun 2021 ini Banten mencoba untuk ikut berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi nasional melalui peningkatan ekonomi daerah.

"Kami mendorong Dinsos dapat membantu orang yang memiliki usaha mikro. Tahun 2021 ini diwujudkan terkait bantuan terhadap orang tidak mampu tapi punya usaha kecil," kata dia.

Dia berharap, pada 2022 program-program bidang kesejahteraan sosial bisa lebih tajam lagi dan lebih menyentuh lapisan masyarakat. 

"Karena kota ketahui bersama, pandemi ini masih terjadi. Covid-19 berdampak sangat luas, tidak hanya kesehatan pendidikan, tetapi juga berdampak pada penghasilan masyarakat," ucapnya.*