Dinsos Kabupaten/Kota Diminta Rutin Perbarui Data Bansos

Dinsos Kabupaten/Kota Diminta Rutin Perbarui Data Bansos

BALI - Direktorat Penanganan Fakir Miskin (PFM) Wilayah II Kementerian Sosial (Kemensos) RI melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Wilayah II Tahun 2020 di Aryaduta Hotel Bali, Jalan Kartika Plaza Badung, Bali, 26-29 Februari 2020.

Kegiatan yang bertemakan "Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas" tersebut dihadiri 12 Provinsi dan 74 kabupaten/kota yang merupakan wilayah penerima Bantuan Sosial (Bansos) Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS Rutilahu) dan Sarana Prasarana Lingkungan (Sarling).

Hadir narasumber antara lain Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Direktur Penanganan Fakir Miskin wilayah II, I Wayan Wirawan, Asisten Deputi Kompensasi Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan. Hadir mewakili Kepala Dinsos Provinsi Banten Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Zaenal Arifin, A.KS.

Zaenal Arifin  mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menginformasikan kebijakan terkait pelaksanaan Program Penanganan Fakir Miskin wilayah II. Kemudian, membangun kesepahaman dan gerak langkah yang sama dengan Kementerian Sosial RI, Provinsi, Kabupaten/kota penerima program PFM wilayah II Tahun 2020.

“Selain itu juga sinkronisasi data sasaran yang valid penerima bantuan Program PFM serta memperkuat kuota program PFM wilayah II Tahun 2020,” ujarnya.

Zaenal mengatakan, dalam arahannya Dirjen Penanganan Fakir Miskin Wilayah II, I Wayan Wirawan meminta Dinsos Kabupaten/Kota secara rutin melakukan update Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) khususnya data bansos pangan sebagai sumber data penerima bantuan sosial melalui muskel/musdes dan ditetapkan oleh bupati/wali kota serta disampaikan ke Pusdatin melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Mendorong percepatan pelaksanaan bantuan KUBE RS Rutilahu dan Sarling sesuai ketentuan. Kemudian, menggerakkan partisipasi masyarakat dan potensi sumber kesejahteraan sosial serta dunia usaha untuk mendukung percepatan penanaganan fakir miskin,” ujar dia.

Selain itu, juga meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengusulan calon penerima bansos reguler secara digital melalui aplikasi Sistem Informasi Verifikasi (SIVERI) serta aplikasi dashboard penanganan fakir miskin.

Sementara, kepada dinsos tingkat provinsi diminta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Bansos Program Sembako, KUBE, RS Rutilahu dan Sarling serta menyampaikan kepada Kemensos dalam hal ini Dit. PFM Wilayah II.

“Memberikan persetujuan secara objektif terhadap usulan proposal KUBE, RS Rutilahu dan Sarling dari kabupaten/kota dalam menggunakan aplikasi Siveri. Serta memberikan penghargaan kepada pendamping KUBE yang berprestasi dan KUBE yang berhasil.*