Dinsos Banten Buka Dapur Umum untuk Korban Banjir di Ciledug Kota Tangerang, Siapkan 6.000 Porsi Makanan

Dinsos Banten Buka Dapur Umum untuk Korban Banjir di Ciledug Kota Tangerang, Siapkan 6.000 Porsi Makanan
Dinsos Banten Buka Dapur Umum untuk Korban Banjir di Ciledug Kota Tangerang, Siapkan 6.000 Porsi Makanan
Dinsos Banten Buka Dapur Umum untuk Korban Banjir di Ciledug Kota Tangerang, Siapkan 6.000 Porsi Makanan

Serang - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten membuka dapur umum di sekitar lokasi banjir Perumahan Ciledug Indah Kota Tangerang, Banten, Ahad (21/2/2021) malam.

Dapur umum diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana banjir yang melanda Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2.

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Irma Mulyasari mengatakan, dapur umum didirikan di jembatan Kali Angke Kelurahan Sudimara Pinang Kecamatan Pinang Kota Tangerang.

"Kondisi aliran sungai sudah surut, tapi di Perumahan Ciledug 1 dan 2 itu masih menggenang. Jadi kebutuhan untuk permakanan warga belum bisa masak sendiri sehingga dibuka dapur umum," kata Irma yang berada di lokasi bencana.

Irma mengungkapkan, dapur umum tersebut menyiapkan sekitar 4.000 hingga 6.000 porsi setiap kali masak.

"Dapur umum ini dialokasikan untuk penduduk di sini sekitar 4.000 porsi dalam sekali masak. Dan baru saja ada tambahan dua RW jumlah ya 1.800," kata Irma.

Dia menjelaskan, penanganan banjir di Kota Tangerang tersebut pihaknya mengaktifkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Serang dan Kota Tangerang.

"Ada tim gabungan, yang di dapur umum saja ada 20 orang, kemudian yang evakuasi dan lain-lain itu ada 30 orang," ujarnya.

Selain di Kota Tangerang, dapur umum juga dibuka di wilayah Pasar Kemis Kabupaten Tangerang.

"Kemarin juga di Tangel tim tagana sekitar 30 orang. Sekarang di Pasar Kemis juga sedang dibuka dapur umum," tukasnya.

Irma menjelaskan, berdasarkan data sementara penyintas banjir di Ciledug sebanyak 1.422 KK atau 4.973 jiwa yang tersebat di 6 RW dan 39 RT.

Dijelaskan, pihaknya tetap menyiapkan tenda pengungsian bagi para penyintas. Namun, di situasi pandemi Covid-19 para penyintas diarahkan tinggal di tempat keluarga maupun sanak saudara yang tidak terkena banjir.

"Klo shelter dipersempit karena situasi Covid. Kalau ada keluarga lebih baik mengungsi di sana. Tapi, tetap kami sediakan tenda, karena ada beberapa keluarga yang memilih mengungsi di situ," ungkapnya.