Dinsos Banten Ajak Kaum Milenial Bangkitkan Gairah Kesetiakawanan Sosial

Dinsos Banten Ajak Kaum Milenial Bangkitkan Gairah Kesetiakawanan Sosial
tangkapan layar Youtube Kabar Banten TV

SERANG - Pahlawan masa kini tidak lagi identik dengan angkat senjata untuk berperang. 

Setiap individu bisa menjadi pahlawan ketika memiliki jiwa kedermawanan dan kesetiakawanan sosial sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Hal tersebut mengemuka dalam forum group discussion (FGD) yang digelar Kabar Banten melalui zoom meeting, Kamis 12 November 2020.

Hadir sebagai narasumber Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Budi Darma Sumapradja, Ketua Relawan Kampung M Arief Kirdiat, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten Mokhlas Pidono, dan Pimpinan Yayasan Mengetuk Pintu Langit Aden Sunandar.

Diskusi mengangkat tema "Pahlawan Masa Kini di Tengah Penanganan Covid-19".

Plt Sekretaris Dinsos Banten Budi Darma mengatakan, untuk menjadi seorang pahlawan harus memiliki jiwa kesetiakawanan sosial yang ditunjukkan dalam perbuatan sehari-hari.

"Kami mengajak generasi milenial, mari kita bersama-sama bangkitkan gairahkan kesetiakawanan agar kita semua bisa menjadi pahlawan. Pahlawan penyelenggaraan kesejahteraan sosial," kata Budi.

Pada kesempatan itu, Budi juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menguatkan bibit-bibit filantropi yang ada di dalam hati setiap individu. 

"Kita semua punya (filantropi) itu, tapi masalahnya terbina apa tidak, terkembangkan atau tidak. Kita harus punya keyakinan bahwa perbuatan baik itu, tujuan yang mulia itu akan menghasilkan yang mulia juga saat dikerjakan dengan hati," kata Budi.

Budi mengungkapkan, motivasi untuk terjun ke dunia sosial itu sederhana. Dengan hati yang ikhlas membantu sesama, perasaan senang akan didapat.

"Terjun ke dunia sosial tapi tetap menggunakan hati. Misalnya kita membantu lansia, kita bantu dengan hati. Itu multiplier efeknya luar biasa sekali. Minimal hati kita bahagia, senang. Itu belum bicara soal rezeki ya. Karena rezeki itu dari pintu mana saja yang tidak terduga," tukasnya.

Dia menjelaskan, berkutat dengan bantuan sosial (bansos) bukan berarti pengelola hidup dari bansos tersebut. Budi menegaskan bahwa seluruh bantuan disalurkan kepada masyarakat.

"Mengelola bansos itu bukan berarti kita hidup dari bansos. Ini yang harus masyarakat juga mengetahui. Full kita berikan kepada masyarakat. Itu prinsip utama yang kita pegang. Tanpa tedeng aling-aling, kita sampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.

Ke depan, Budi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama dalam rangka sumbang saran dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Provinsi Banten.

Ketua Relawan Kampung M Arief Kirdiat mengatakan, banyak di sekitar kita pahlawan yang tidak termunculkan. Menurutnya, pahlawan itu orang uang berjuang untuk dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain.

"Kami di Relawan Kampung, pahlawan itu orang yang mau bekerja sama saat membangun jembatan, fasilitas umum, sekolah. Ketika kita membangun jembatan, itu perempuan dan laki laki dewasa jumlahnya ribuan ikut membantu," kata Arief.

Menurut Pimpinan Dompet Dhuafa Banten Mokhlas Pidono, di era sekarang ini semua orang bisa menjadi pahlawan. Baginya, pahlawan itu adalah setiap orang yang melakukan kebaikan, siapapun dan di mana pun.

"Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan itu pahlawan. Seperti ayah yang menjadi pahlawan bagi keluarganya," kata Mokhlas.

Pimpinan Yayasan Mengetuk Pintu Langit Aden Sunandar mengatakan, pahlawan itu seseorang yang bermanfaat bagi sekelilingnya, paling dekat keluarga.

"Manfaat itu tidak hanya berupa materi. tapi juga tenaga, pikiran," kata dia.*