Dinas Sosial, Garda Terdepan Penyaluran Bansos Covid-19

Dinas Sosial, Garda Terdepan  Penyaluran Bansos Covid-19
Pelaksanaan penyaluran bansos program JPS Pemprov Banten di kabupaten/kota se-Banten.
Dinas Sosial, Garda Terdepan  Penyaluran Bansos Covid-19
Dinas Sosial, Garda Terdepan  Penyaluran Bansos Covid-19
Dinas Sosial, Garda Terdepan  Penyaluran Bansos Covid-19
Dinas Sosial, Garda Terdepan  Penyaluran Bansos Covid-19
Dinas Sosial, Garda Terdepan  Penyaluran Bansos Covid-19

SERANG – Dinas Sosial (Dinsos) di daerah turut menjadi barisan terdepan dalam hal penanganan dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid 19). Salah satunya Dinsos Provinsi Banten yang sejak ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 bekerja keras mempersiapkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) sesuai arah kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim – Andika Hazrumy.

JPS merupakan program yang diperuntukkan bagi masyarakat berisiko sosial akibat pandemi Covid-19. Hingga saat ini, program JPS berupa bantuan sosial (bansos) uang tunai senilai Rp 500 ribu dan 600 ribu tersebut masih berjalan di seluruh Kabupaten/Kota se-Banten melalui bank penyalur, yaitu BRI, BJB, dan BJB Syariah.

Setiap harinya, tim di Dinsos Banten bersama stakeholder terkait tak mengenal lelah bergerak ke lapangan untuk memastikan penyaluran bansos tersebut berjalan lancar dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana mengatakan, setiap bidang di dinasnya bertugas memantau pelaksanaan penyaluran bansos kepada masyarakat di kabupaten/kota.

“Kita bagi tiap kabupaten/kota kepada seluruh bidang di dinsos. Ada koordinator pengawas bersama tim yang terjun langsung ke lokasi, kemudian melaporkan setiap progres penyaluran bansos setiap harinya,” kata Nurhana, Senin (8/6/2020).

Tim pengawas tak kenal lelah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya meskipun dengan anggaran yang kurang memadai. Kerja keras tanpa mengenal waktu untuk pelayanan prima kepada masyarakat, meskipun masih banyak kekurangan, sorotan dan berbagai keluhan dari masyarakat namun pemerintah daerah melalui dinsos terus berbenah agar lebih baik lagi.

“(Anggaran) SPPD itu sudah habis, dan kita jalan tanpa anggaran, tetapi tim masih semangat. Di pundak kita ada tanggung jawab besar, karena kita juga salah satu barisan terdepan, garda terdepan dalam penanganan Covid-19,” kata Nurhana.

Realisasi Rp 47,798 Miliar

Nurhana mengatakan, setiap hari data tersebut selalu diperbarui sebagai bahan evaluasi dan laporan kepada pimpinan.

“Penyaluran bansos menunjukan progres yang cukup baik. Mudah-mudahan kita segera melangkah ke penyaluran tahap dua,” katanya.

Berdasarkan data Dinsos Banten per tanggal 7 Juni 2020 tercatat realisasi penyaluran bansos program JPS sudah mencapai Rp 47.798.400.000.

Di Kabupaten Tangerang sudah tersalurkan kepada 41.565 KK dengan nilai Rp 24.939.800.000 dari total alokasi Rp 268.439.400.000 untuk 149.133 KK.

Kota Tangerang sudah tersalurkan kepada 8.958 KK dengan nilai Rp. 5.374.800.000 dari total alokasi Rp. 156.209.400.000 untuk 86.783 KK.

Selanjutnya, Kota Tangerang Selatan telah disalurkan kepada 5.243 KK dengan nilai Rp. 3.145.800.000 dari total alokasi Rp. 40.064.400.000 22.258 KK.

Kemudian, Kab. Pandeglang telah disalurkan kepada 27.772 KK dengan nilai Rp 13.886.000.000 dari total alokasi Rp. 67.009.500.000 untuk 44.673 KK. 

Di Kabupaten Lebak telah disalurkan kepada 438 KK dengan nilai Rp. 219.000.000 dari alokasi Rp 17.482.500.000 untuk 11.655 KK.

Kabupaten Serang telah tersalurkan kepada 466 KK dengan nilai Rp. 233.000.000 dari alokasi Rp. 84.150.000.000 untuk 56.100 KK.

Sementara, di Kota Serang akan disalurkan kepada 30.200 KK dengan nilai Rp 45.300.000.000. saat ini sedang proses penyaluran kepada 22.108 KK dengan nilai Rp 11.054.000.000

Kota Cilegon total alokasi bantuan untuk 20.375 KK dengan nilai Rp. 30.562.500.000. Saat ini yang akan diproses untuk 13.576 KK dengan nilai Rp 6.788.000.000.

Sebagai informasi, bansos diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 600 ribu bagi KPM di wilayah Tangerang Raya. Sedangkan, KPM di daerah lainnya yaitu Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak akan mendapat Rp 500 ribu. Bansos tersebut diberikan setiap bulannya selama tiga bulan berturut-turut.

Bansos yang diterima masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini berasal dari beberapa sumber, yaitu pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos), provinsi, dan kabupaten/kota.

Di Banten, bansos yang anggarannya bersumber dari pemerintah pusat akan disalurkan kepada 248.823 sasaran sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sementara bansos dari Pemprov Banten dialokasikan untuk 421.117 sasaran. Dan bansos dari pemkot/pemkab akan disalurkan kepada 309.570 sasaran.*