Berada di Urutan 13 Nasional, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19

Berada di Urutan 13 Nasional, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19
Dokumentasi Diskominfotiksan Provinsi Banten
Berada di Urutan 13 Nasional, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19
Berada di Urutan 13 Nasional, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19
Berada di Urutan 13 Nasional, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19
Berada di Urutan 13 Nasional, Banten Keluar dari Episentrum Covid-19

SERANG - Provinsi Banten berhasil keluar dari episentrum penyebaran Covid 19. Sempat berada di posisi 3 secara nasional, kini Banten menjauh hingga ke urutan 13 nasional.

"Per bulan ini Alhamdulillah Banten telah keluar dari episentrum penyebaran Covid-19," kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, saat kunjungan ke Kampung Tangguh Nusantara Kalimaya di Kampung Pelawad Kidul, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis 13 Agustus 2020.

Hadir pada acara tersebut Wakil Kepala Polda Banten Brigjen Pol D Whirdan Denny dan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa.

Wagub mengungkapkan, keluarnya Banten dari episentrum Covid-19 berkat kedisipilinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. 

"Tentu saya mewakili jajaran Pemprov Banten ingin menyampaikan apresiasi terkait hal tersebut. Terima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi protokol kesehatan," papar Wagub.

Penurunan peringkat penyebaran Covid-19 tersebut ditunjukan dengan telah berubahnya zona merah dan orange sebagai tanda wilayah dengan penyebaran Covid 19 tinggi, pada sejumlah kabupaten/kota menjadi zona kuning atau zona dengan tingkat penyebaran yang relatif rendah. 

"Di wilayah Tangerang, Pemprov Banten sampai dengan hari ini telah memperpanjang PSBB (pembatasan sosial dalam skala besar) yang kali ini masuk perpanjangan ke-8," kata Wagub.

Pemprov Banten kini tengah berupaya untuk mengkaji menerapkan sejumlah pelonggaran dalam pelaksanaan PSBB tersebut. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menstimulasi perekonomian. 

"Kami terus berkordinasi dengan pemerintah pusat untuk menstimulasi ekonomi selain dengan terus memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang rentan terdampak," kata Wagub.

Wagub mengapresiasi kebaradaan Kampung Tangguh Nusantara Kalimaya yang digagas Polda Banten bersama dengan Pemkab Serang tersebut. Wagub menyebut, Pemprov Banten akan memberikan dukungan secara konkrit terhadap keberadaan kampung tangguh tersebut.

"Kami langsung meneruskan kepada OPD (organisasi perangkat daerah) terkait untuk mensinkronkan sejumlah program dan anggaran dalam membantu kampung tangguh ini," katanya.

Andika berharap setidaknya terdapat 1 kampung tangguh di setiap kecamatan sebagai pilot project.

Wakil Kepala Polda Banten Brigjen Pol D Whirdan Denny mengatakan, Kampung Tangguh Nusantara merupakan program Polri bersama TNI yang di Banten diberi tambahan nama Kalimaya. Program tersebut, kata Whirdan, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyebaran corona di sekitar mereka.

“Tujuan Kampung Tangguh adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat bersama agar lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19," katanya.

 

(Sumber : Diskominfotiksan Provinsi Banten)